Antrean Penunggu BLT di Kantor Pos Bak Hajatan
Selasa, 18 Apr 2006 18:28 WIB
Palembang - Kembali ratusan warga Palembang mendatangi Kantor Pos Besar Palembang, Jalan Merdeka, untuk mengambil bantuan langsung tunai (BLT) tahap ketiga. Lagi-lagi mereka harus kecewa.Kerumunan warga di kantor Pos Besar Palembang itu ibarat hajatan, dan tentunya membuat macet arus kendaraan yang melintas Jalan Jenderal Merdeka."Sampai kapan pun saya harus dapatkan dana tersebut. Kalau dalam waktu dua hari ini tidak cair, jangan salahkan kami ngamuk. Ini hak kami. Kami benar-benar seperti di zaman penjajahan Belanda dulu yang harus antre minta makan," kata Kumir, warga Tanggabuntung.Bila dibandingkan dengan jumlah warga yang datang Senin kemarin memang jumlahnya lebih sedikit. Tapi, para pegawai Kantor Pos terpaksa berulang-ulang menenangkan massa. "Kalau sudah masuk, sekarang juga kami bagikan," katanya.Sementara Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin mengatakan, terlambatnya dana itu dikirim ke Palembang lantaran masih ada yang harus diaudit, "Sebab sekitar 5 persen data harus dicoret lantaran tidak layak menerima dana itu. Sabar dulu," katanya kepada pers di Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai.Sedangkan Ketua Yayasan Komite Pemuda Peduli Bangsa (YKPPB) Ibrahim Syafei yang berada di lokasi menyatakan sangat prihatin dengan kondisi tersebut. "Katanya kita mau masuk era globalisasi, kok masih ada kondisi yang memprihatinkan ini. Apa bukan tidak mungkin kalau tanah ini menjadi wilayah international para pribumi menjadi pengemis semua," katanya.Menurut Ibrahim, persoalan terlambatnya dana ini bukan salah pemerintah daerah, tapi ini benar-benar kurang profesionalnya para petugas di Jakarta. "Saya juga tidak sepakat program BLT ini, cuma diterjemahkan dengan program yang lebih membantu, misalnya dijadikan modal buat distribusi kebutuhan pokok rakyat miskin, terutama pendidikan," katanya.
(nrl/)











































