PPKM Level 2 DKI: Supermarket-Pasar Rakyat Boleh 75%, Buka hingga Jam 21.00

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 15:18 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

DKI Jakarta resmi menerapkan PPKM level 2. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan keputusan gubernur (kepgub) soal penetapan PPKM Level 2 di wilayah DKI Jakarta, salah satunya mengatur kegiatan operasional supermarket dan pasar rakyat dengan kapasitas 75 persen.

Kebijakan ini termaktub dalam lampiran Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Nomor 1245 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019. Kepgub ini diteken Anies pada 18 Oktober. Berkas Kepgub ini diakses detikcom, Rabu (20/10/2021).

Dalam lampiran kepgub terbaru itu dijelaskan soal aktivitas-aktivitas yang bisa beroperasi berikut pembatasannya sesuai Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

"Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 75 persen dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," demikian dikutip dari Pergub Anies, Rabu (20/10/2021).

Adapun aturan itu berlaku bagi supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, khusus pasar induk dapat beroperasi sesuai jam operasional.

"Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi," katanya.

Lebih lanjut apotek dan toko obat dapat beroperasi 24 jam dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Lalu, pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari juga dapat beroperasi 75% dan jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 18.00 WIB dengan prokes ketat.

Kemudian pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop atau pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka, sementara jam operasionalnya diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIB dengan prokes ketat.

Lebih lanjut kegiatan makan dan minum di tempat umum seperti di warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dan menerima dine in atau makan di tempat hingga pukul 21.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit dengan protokol kesehatan secara lebih ketat.

(yld/idh)