Polisi Buka Pengaduan Korban Investasi Bodong Eks Teller Bank di Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 23:56 WIB
Polisi tangkap eks teller bank pelaku investasi bodong Rp 1,28 M
Konferensi pers ungkap kasus penipuan investasi bodong. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang perempuan berinisial PAN (28), eks teller bank yang diduga menggelapkan Rp 1,28 miliar dari hasil penipuan investasi. Polisi pun membuka pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban investasi bodong ini.

"Kita juga mengimbau ke masyarakat agar waspada terhadap yang namanya modus bujuk rayu penawaran jasa investasi yang menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal," kata Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso dalam keterangan tertulis, Selasa (19/10/2021).

"Jadi kalau keuntungannya di atas dari 5-6 persen patut diwaspadai," tambahnya.

Sebanyak tujuh orang telah melaporkan bahwa mereka menjadi korban investasi bodong tersebut. Total, kata Bismo, kerugian yang dialami korban sebesar Rp 1,28 miliar.

Bismo mengatakan pelaku melakukan modusnya tersebut sejak 2018. Hingga akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Selatan.

Pelaku dalam meyakinkan para korbannya mengaku sebagai petugas bank dengan jabatan managing development program. Pelaku kerap menawarkan investasi deposito dengan bunga sebesar 7-11 persen setiap tiga bulan.

Tak hanya itu, PAN juga menjanjikan satu gram emas jika para nasabah melakukan deposito dengan kelipatan sebesar Rp 10 juta. Namun, faktanya, ketika korban ingin mendapatkan keuntungan dengan profit tersebut, hanya beberapa korban yang mendapatkan hadiah tersebut.

"Ada yang baru dapat sekali ada yang terus-terusan tidak dapat kemudian ketika ingin mencairkan juga tidak bisa," ujar Bismo.

Atas perbuatannya, PAN dikenai Pasal 378 KUHPidana terkait tindak pidana penipuan. PAN terancam 4 tahun penjara.

(fas/mea)