Kurangi Beban Bantargebang, Anies Kebut Pembangunan ITF Mikro

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 17:49 WIB
Usai Lebaran, TPST Bantargebang, Kota Bekasi, kembali bergeliat. Volume sampah yang meningkat selama libur Lebaran menjadi rezeki bagi pemulung.
Foto: Rengga Sencaya/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI tengah menggencarkan pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan sampah antara (FPSA) atau intermediate treatment facility (ITF) skala mikro di Ibu Kota. Pembangunan FPSA skala mikro diupayakan demi mengurangi beban di TPST Bantargebang.

Hal ini diutarakan Anies dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD-P 2021 di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, hari ini. Mulanya Anies mendapatkan pertanyaan dari Partai Golkar yang menyoroti pentingnya pembangunan ITF Sunter.

"Terkait TPA Bantargebang yang nyaris melebihi kapasitas yang ada mengalami over capacity dan kontrak kerja pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI yang akan segera berakhir, oleh karena itu Pemprov DKI Jakarta membutuhkan suatu tempat pengolahan sampah terpadu dengan teknologi ramah lingkungan yang telah direncanakan dan diwujudkan dengan pembangunan ITF Sunter," kata Sekretaris F-Golkar Judistira Hermawan, Selasa (19/10/2021).

"Fraksi Golkar mendukung penyelesaian proyek ITF Sunter menjadi prioritas utama. Mohon tanggapan," sambungnya.

Anies kemudian menuturkan ITF Sunter merupakan ITF berskala makro dan pembangunannya sedang berproses. Secara keseluruhan, ada dua BUMD di DKI, yakni Sarana Jaya dan Jakpro, yang akan memegang proyek pembangunan ITF makro lainnya.

"Mengingat pembangunan ITF skala besar membutuhkan pembiayaan yang cukup besar, maka diperlukan mitra strategis untuk membantu percepatan pembangunan," ujarnya.

"Saat ini kedua BUMD yang diberikan penugasan telah melakukan proses pelelangan dalam mencari mitra strategis tersebut," lanjutnya.

Di samping itu, Anies menuturkan pembangunan ITF makro tak cukup menyelesaikan permasalahan sampah di TPST Bantargebang. Menurutnya, pembangunan ITF mikro juga perlu diupayakan.

"Sejalan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BUMD DKI Jakarta mencoba melakukan pembangunan ITF skala mikro di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh DLH sehingga diharapkan dapat mengurangi beban pembuangan sampah di TPST Bantargebang," kata Anies.

Total, Anies menargetkan 18 FPSA skala mikro terbangun pada Agustus 2022. Target ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 49 Tahun 2021 tentang penyelesaian isu prioritas daerah tahun 2021-2022.

"Terbangun dan beroperasionya 18 FPSA Mikro berkapasitas 5-200 ton/hari/instalasi. Target waktu Agustus 2022," demikian bunyi Kepgub Anies bagian isu persampahan.

Salah satu ITF mikro berlokasi di kawasan Taman Tebet, Jakarta Selatan. Sebagai informasi, proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini sempat mendapat kritik dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta.

Kembali ke Ingub Anies, selain pembangunan FPSA skala mikro, Anies menargetkan satu saringan sampah beroperasi pada Juni 2022 serta proyek ITF skala makro di Sunter memperoleh pinjaman daerah pada Januari 2022.

(taa/idn)