Polri Persilakan Korban 'Smackdown' di Tangerang Laporkan Brigadir NP

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 17:13 WIB
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo. (Dok Div Propam Polri)
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo. (Dok Div Propam Polri)
Jakarta -

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo mempersilakan mahasiswa yang dibanting polisi saat unjuk rasa di Pemkab Tangerang, M Faris Amrullah, membuat laporan polisi. Menurut Ferdy, M Faris Amrullah dapat melaporkan tindak pidana yang dilakukan Brigadir NP kepadanya.

"Kalau korban merasa dirugikan dengan tindakan tersebut, dia dipersilakan untuk melaporkan tindak pidana penganiayaan dan pasti akan kita proses, kita tidak akan ragu-ragu untuk itu," kata Ferdy di Komnas HAM, Selasa (19/10/2021).

Ferdy menuturkan Brigadir NP kini sudah ditahan di Polda Banten. Ferdy mengatakan korban juga sudah dimintai keterangan untuk memproses sidang disiplin polisi tersebut.

"Anggota tersebut sudah ditahan di Polda Banten. Kedua, kita lakukan pemeriksaan terhadap korban untuk memenuhi proses sidang disiplin," tuturnya.

Lebih lanjut Ferdy mengaku akan berkoordinasi dengan Itwasum Polri soal perlu tidaknya memeriksa Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho dan Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sribintoro terkait aksi smackdown Brigadir NP ini. Pernyataan itu dilontarkan Ferdy saat menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan Rudi dan Wahyu turut diperiksa.

"Itu nanti akan kita koordinasi dengan Itwasum terkait dengan manajerial. Apakah nanti ada rentang kendali dari pimpinan suatu wilayah di dua tingkat ini yang tidak berjalan atau tidak. Ini masih kita lakukan koordinasi dengan Itwasum terkait manajerial pimpinan suatu wilayah," imbuhnya.

Brigadir NP membanting Faris saat sekelompok mahasiswa berdemo di depan Pemkab Tangerang, Banten, Rabu (13/10). Polisi dan mahasiswa sempat dorong-dorongan.

Wahyu sempat mengatakan peristiwa itu diawali ketika mahasiswa memaksa masuk dan bertemu dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Padahal Ahmed Zaki Iskandar saat itu tidak ada di kantornya karena sedang menghadiri peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang di tempat lain.

"Ketegangan terjadi saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan dari elemen mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat, kebetulan Bapak Bupati sedang melaksanakan kegiatan HUT, sehingga tidak bisa menemui," jelas Wahyu dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (13/10) malam.

Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'RS Enggan Buka Hasil Pemeriksaan Mahasiswa Korban 'Smackdown' Polisi':

[Gambas:Video 20detik]