Menerka Manuver Relawan yang Bakal Deklarasi Anies Capres 2024

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 15:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi usulan dalam dialog anggota C40 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal upaya mengatasi dampak perubahan iklim dan upaya pengurangan emisi karbon. Usulan Anies pun disetujui PBB yang diwakili langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres.
Anies Baswedan (Tangkapan Layar Instagram Anies Baswedan)
Jakarta -

Relawan Anies Baswedan yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Sejahtera Indonesia (Anies) akan mendeklarasikan diri mendukung Anies maju capres 2024. Kemunculan relawan Anies ini dinilai untuk mengimbangi nama seperti Ganjar Pranowo.

"Deklarasi relawan Anies Baswedan sebagai capres merupakan upaya pengimbangan (balance of power) secara politik terhadap semakin menguatnya manuver relawan Ganjar dan 'mesin politik lama' Prabowo," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan habis pada 2002 dan pilkada serentak dilakukan pada 2024, yang berbarengan dengan pilpres. Kemunculan relawan Anies ini juga dinilai terkait dengan akan habisnya masa jabatan Anies di DKI Jakarta.

"Untuk mempercepat proses konsolidasi, deklarasi dilakukan secara paralel untuk testing the water sekaligus menyiapkan langkah taktis setelah selesainya masa pengabdian Anies sebagai Gubernur DKI pada akhir 2022," ujarnya.

Jika pengkutuban nama-nama capres mulai terbentuk, Umam menilai, selanjutnya kontestasi nama-nama cawapres akan menentukan soliditas mesin politik mereka.

Survei Indostrategic yang dirilis pada 3 Agustus lalu menunjukkan Anies berpasangan dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpotensi menjadi 'kuda hitam' yang bisa memenangi pertarungan politik, mengungguli sejumlah pasangan lain, dalam simulasi pasangan capres-cawapres yang dilakukan.

"Alternatif penjelasan lainnya adalah, pasangan Anies-AHY menjadi representasi calon pemimpin muda yang merepresentasikan corak Islam-nasionalis dan intelektual-militer ini, berpeluang mampu mengkonsolidasikan basis pemilih masa rasional dan kalangan muslim yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan dan kebijakan publik di era Presiden Jokowi," imbuhnya.