Pentolan Barisan Celeng: Tetap Dukung Ganjar, Makin Ditekan Makin Melawan!

Rinto Heksantoro - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 13:30 WIB
Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo sekaligus dedengkot barisan celeng berjuang, Albertus Sumbogo, Senin (18/10/2021).
Albertus Sumbogo. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo sekaligus dedengkot barisan celeng berjuang, Albertus Sumbogo, dipanggil oleh DPP PDIP terkait dukungan terhadap Ganjar Pranowo untuk menjadi capres pada Pilpres 2024. Lalu bagaimana nasib barisan celeng berjuang saat ini?

"Tentang undangan pemanggilan untuk klarifikasi dari DPP PDIP dalam hal ini oleh Badan Kehormatan Partai, saya diterima oleh Bapak Komarudin Watubun, saudara Adi dan Yohanes," kata Sumbogo saat dihubungi detikcom, Senin (18/10/2021).

Dalam pertemuan itu, Sumbogo kemudian menjelaskan terkait deklarasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa ada ketidakadilan dalam tubuh PDIP.

"Dalam suasana kekeluargaan saya kemukakan alasan-alasan saya mengapa semua ini saya lakukan. Itu karena cinta saya kepada PDI P dan Bu Mega. Saya sampaikan kepada beliau bahwa saya merasakan ketidakadilan terstruktur terhadap Mas Ganjar, saya sampaikan perasaan saya bahwa saat ini sedang terjadi proses oligarki kekuasaan yang sedemikian mengerikan di PDIP, padahal hal seperti itu yang kita perangi tatkala kita ditindas oleh rezim Orde Baru," papar Sumbogo.

Terkait tindakan Sumbogo yang saat ini didapuk menjadi Ketua DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Purworejo itu, pihak DPP PDIP melalui Badan Kehormatan Partai tidak memberikan sanksi apapun. Badan Kehormatan Partai hanya memperingatkan secara lisan.

"Nggak ada sanksi. Hanya diperingatkan secara lisan. Intinya instruksi partai tentang larangan struktural mendeklarasikan dukungan," imbuhnya.

"Bagi saya ini membingungkan, di satu sisi peran partai dan kader partai diminta untuk menampung aspirasi masyarakat, di sisi lain struktural partai dilarang declare dukungan atas aspirasi tersebut. Sementara saya yakini struktural partai di Jawa Tengah, hampir pasti tidak akan mendukung pak Ganjar, dan secara masif melakukan ikhtiar politik supaya mbak Puan di deklarasikan oleh kelompok-kelompok nonstruktural, bahkan oleh kelompok masyarakat lain sekalipun kelompok itu ahistoris terhadap PDIP, dan menurut saya itu ya sah sah saja sebagai ikhtiar politik," sambungnya.

Karena tak disanksi, sampai saat ini Sumbogo masih diperbolehkan duduk di struktural DPC PDIP Kabupaten Purworejo. Pihak DPP PDIP juga tidak memberikan saran atau larangan untuk barisan celeng berjuang.

"Saya tidak dipecat jadi masih boleh, tapi soal mundur atau tidak masih saya pertimbangkan. Terkait barisan celeng berjuang tidak arahan dan juga tidak ada pembekuan. Soal banteng vs celeng itu tanggung jawabnya BP (Bambang Pacul) yang memulai," lanjutnya.

Meski sudah diperingatkan oleh DPP PDIP dan mendapat tekanan dari pihak lain, Sumbogo dan pasukannya mengaku akan tetap berjuang mendukung Ganjar. Ia bahkan meminta kepada seluruh pendukung Ganjar dengan berbagai nama organisasi untuk tetap solid dan pantang menyerah memberikan dukungan untuk Ganjar.

"Terkait dengan peringatan lisan di atas, saya akan tetap menyuarakan aspirasi masyarakat, bahkan akan semakin men-strukturisasi gerakan dukungan kepada Pak Ganjar Pranowo untuk dapat menjadi Capres 2024. Semakin kami ditekan, kami akan semakin melawan," tegasnya.

"Terakhir, kepada teman-teman pejuang demokrasi dimana pun berada, saya serukan untuk jangan kendor memberikan dukungan untuk pak Ganjar, bergabung dengan relawan-relawan yang sudah ada seperti SGI, DGP, SAHABAT GANJAR, KONCONE GANJAR, BOLONE GANJAR dan lain-lain, atau membentuk wadah sendiri. Kita tunjukkan bahwa orang baik, didukung rakyat tak terbendung," pungkasnya.

(sip/mbr)