Pemred Diduga Disiram Air Keras Dilapor Balik ke Polrestabes Medan

Antara - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 12:28 WIB
Plh Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Mardianta Ginting (kedua dari kiri) menjelaskan mengenai laporan wartawan korban penyiraman air keras. (ANTARA/HO)
Plh Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Mardianta Ginting (kedua dari kiri) menjelaskan mengenai laporan wartawan korban penyiraman air keras. (ANTARA/HO)
Medan -

Persada Bhayangkara Sembiring, pemimpin redaksi (pemred) salah satu media di Medan, Sumatera Utara (Sumut), menjadi korban penyiraman air keras. Persada dilaporkan ke Polrestabes Medan atas dugaan tindak pidana pemerasan.

"Laporan itu tertuang dalam Laporan Nomor LP/B/1565/VII/2021/SPKT/Polrestabes Medan tanggal 11 Agustus 2021 atas nama pelapor Heri Sanjaya Tarigan," kata Plh Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Mardianta Ginting, seperti dilansir Antara, Selasa (19/10/2021).

Dia menyebutkan pelapor adalah Heri Sanjaya Tarigan. Polisi masih mendalami kasus dugaan tindak pidana pemerasan tersebut.

Dia mengatakan pelapor melampirkan tangkapan layar (screenshot) percakapan (chat) pelapor Heri Sanjaya dengan terlapor Persada yang mengarah ke tindak pidana pemerasan.

"Dari chating-an tersebut, diketahui bahwa terlapor minta jatah bulanan sebesar Rp 500.000 dari pengelola judi ketangkasan SS. Permintaan ini kemudian dituruti dan terlapor mendapat jatah bulanan dari SS melalui perantara Heri Sanjaya," ujarnya.

Mardianta menjelaskan, terlapor kemudian meminta jatah bulanannya dinaikkan menjadi Rp 2 juta dan disanggupi oleh SS melalui Heri Sanjaya. Sampai akhirnya terlapor minta jatah bulanannya dinaikkan menjadi Rp 5 juta dan pengelola judi ketangkasan itu tidak menyanggupinya dan terjadilah penyiraman air keras tersebut.

"Namun penyidik belum memintai keterangan terhadap Persada, karena yang bersangkutan saat ini masih berstatus terlapor. Kami masih mendalami kasus tersebut," katanya.

SS dan Heri Sanjaya Tarigan sendiri merupakan tersangka kasus penyiraman air keras terhadap korban Persada Bhayangkara Sembiring. Pihak kepolisian juga memastikan kedua tersangka masih ditahan di RTP Polrestabes Medan.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.