LPSK Bakal Tawarkan Perlindungan ke Anak Tersangka Diduga Diperkosa Kapolsek

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 11:40 WIB
poster
Ilustrasi korban pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Kapolsek Parigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Iptu IDGN, diduga telah dua kali memperkosa S (20), anak seorang tersangka yang tengah dipenjara. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan segera menawarkan perlindungan kepada korban pemerkosaan ini.

"Kami sudah mengetahui dan tengah mendalami dan LPSK akan segera menemui korban. Tentu posisinya kita menawarkan dulu kepada korban apakah butuh perlindungan atau tidak," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/10/2021).

Penawaran perlindungan ini akan segara diberikan dalam waktu dekat. Meski begitu, keputusan pemberian perlindungan berada di tangan korban itu sendiri.

"Kami nggak bisa memaksakan perlindungan, karena undang-undangnya mengatakan begitu. Persyaratan perlindungan itu berdasarkan permintaan dari pihak yang mau minta perlindungan," terang dia.

Dia menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus pemerkosaan di Sulteng, termasuk akan segera datang ke Sulteng.

Pada pemberitaan sebelumnya, Iptu IDGN melakukan aksi bejatnya itu di hotel setelah menjanjikan akan membebaskan ayah S.

"Dia ajak lagi kedua kalinya, dan ada chat-nya. Harapan saya memang bisa mengeluarkan papaku," ujar S dalam pengakuannya yang diterima detikcom.

S mengungkapkan, awalnya dia pergi menjenguk ayahnya yang tengah ditahan Polsek Parigi. Iptu IDGN kemudian datang menemui S dan mengajaknya tidur bersama.

S awalnya menolak ajakan Iptu IDGN itu. Tapi Iptu IDGN dengan janjinya akan membebaskan ayah S dari penjara terus melakukan bujuk rayu.

"Selama 2 minggu sampai 3 minggu dia merayu terus. Terus akhirnya saya mau karena saya pikir saya punya papa mau keluar, jadi saya mau," kata S.

Setelah memperkosa S pertama kalinya, Iptu IDGN malah tidak menepati janjinya membebaskan ayah S. Dia hanya memberi S uang.

"Dia kasih saya uang, dan dia bilang ini untuk mama kamu, bukan untuk membayar kamu, ini untuk membantu mama karena dia kasihan mama," ungkap S.

S, yang belum mendapat janji dari Iptu IDGN agar ayahnya bebas, malah diajak bertemu kedua kalinya di hotel. Pemerkosaan pun kembali terjadi.

(tfq/isa)