Selidiki 14 Laporan, Polda Bali Kesulitan Ungkap Kasus Pinjol Ilegal

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 10:01 WIB
Gedung Polda Bali (YouTube Bid Humas Polda Bali)
Gedung Polda Bali (YouTube Bid Humas Polda Bali)
Denpasar -

Polda Bali menerima sebanyak 14 laporan kasus dugaan pinjaman online (pinjol) ilegal hingga tahun ini. Dari 14 laporan tersebut, polisi kesulitan mengungkap kasus pinjol ilegal di Bali.

"Laporan tahun 2020 sejumlah 11 kasus dan 2021 (ada) 3 kasus. Ada sejumlah 14 laporan dan semuanya masih dalam lidik," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Syamsi mengakui pihaknya kesulitan dalam mengungkap dugaan kasus jeratan pinjol ilegal. Kesulitan itu disebabkan karena pelaku menggunakan alamat kantor fiktif dan terbentur rahasia bank.

"Pelaku menggunakan alamat kantor fiktif. Terbentur dengan rahasia bank atau pemilik rekening bukan penggunanya langsung," ujarnya.

Penyebab kesulitan lainnya adalah aplikasi yang digunakan oleh pinjol diduga ilegal tersebut tidak terdaftar sehingga sulit dilacak. Kemudian, nomor telepon yang digunakan pelaku sudah tidak aktif saat korban melapor polisi dan dilakukan pengecekan oleh penyidik.

"Aplikasi yang digunakan tidak terdaftar sehingga sulit untuk dilakukan pelacakan. Nomor telepon yang digunakan pelaku sudah tidak aktif saat korban lapor polisi (saat dilakukan pengecekan oleh penyidik)," ucapnya.

Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dugaan kasus pinjol ilegal melalui patroli siber. Dari penyelidikan itu, pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait keberadaan perusahaan pinjol diduga ilegal di Bali.

"Kalau di Bali masih kita dalami. Tapi yang jelas ada hal-hal yang terkait di luar Bali seperti yang sudah ditangkap oleh rekan-rekan kita yang di polda-polda lain, itu ada link juga ke kita. Untuk di Bali sendiri masih didalami," jelas Putu Jayan.

Putu Jayan mengakui bahwa memang ada masyarakat Bali yang melakukan pinjaman online ke luar. Hanya, pihaknya masih mendalami dugaan keberadaan perusahaan pinjol ilegal yang beroperasi di Pulau Dewata.

Menurut Kapolda, kasus dugaan jeratan pinjol ilegal ini memerlukan penanganan khusus. Karena itu, setelah adanya perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak pinjol ilegal, pihaknya langsung memberikan instruksi terhadap seluruh jajaran.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.