Round-Up

Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 07:03 WIB
Izmir, Turkey - May 19 , 2019: Students are holding Turkish flags.  Celebrations of the 19 May 2019 Memoriam of Mustafa Kemal Ataturk, Youth and Sports Festival Izmir Konak Turkey. Republic Square.
Mustafa Kemal Ataturk, yang diusulkan Jadi Nama Jalan di DKI (Foto: Getty Images/CasPhotography)

Dibalik penolakan itu ada juga pihak yang mendukung penamaan Ataturk di Jakarta, yakni PWNU DKI. PWNU menyebut sikap penolakan itu berlebihan dan PWNU DKI meminta pemberian nama jalan itu dikaji secara utuh.

"Saya melihat apa yang dilakukan oleh MUI dan PKS itu reaksioner dan emosional tidak mengkaji secara komprehensif. Berlebihan penolakannya. Apalagi itu yang memberikan nama jalan dari pihak Indonesia, disampaikan oleh pihak Turki sendiri. Jadi kita hormati lah," kata Ketua PWNU DKI, Syamsul Maarif, kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Menurut Syamsul, Ataturk memang dikenal sebagai tokoh sekuler. Namun,menurut Syamsul, di sisi lain, ada kelebihan yang dibawa oleh Ataturk termasuk soal nasionalisme.

"Menurut saya apa yang disampaikan oleh MUI maupun PKS saya kira itu sifatnya reaksioner. Jadi menanggapi persoalan itu tidak reaksioner, harus dipahami secara komprehensif. Memang satu sisi orang banyak tidak setuju tentang pemikiran Kemal Ataturk yang sekuler tetapi sisi yang lain banyak kelebihan yang dibawa Kemal Ataturk misalnya tentang nasionalisme, melawan kolonialisme itu luar biasa," ujar Syamsul.

Syamsul menyambut baik kerja sama Indonesia dan Turki yang ditunjukkan lewat pemberian nama jalan. Syamsul lantas berbicara mengenai sosok Sukarno dan Ataturk sebagai bapak bangsa.

"Pertama saya menyambut baik kerja sama Indonesia-Turki Ini persahabatan antarnegara yang harus selalu dibina, kan dalam banyak hal termasuk di antaranya saling memberikan nama jalan, seperti misalnya Sukarno itu ada di Ankara. Nah sebaliknya Turki akan memberikan nama untuk jalan di Indonesia. Saya kira Ataturk sendiri bapak Turki, sama dengan Sukarno bapak founding fathers kita," ujar Syamsul.

Pemprov DK Minta Saling Menghormati

Pemprov DKI Jakarta menilai harus saling menghormati.Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut wacana itu bentuk kerja sama dengan pemerintah Turki.

"Ini merupakan bagian kerjasama antar negara yang juga kita harus hormati, kita hargai satu sama lain, insyallah pemerintah akan mencarikan solusi yang terbaik supaya baik bagi semua termasuk hubungan kita degan pemerintah Turki menjadi lebih baik," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di kantornya, Senin (18/10/2021).

Riza menjelaskan, usulan nama tokoh dijadikan sebagai nama jalan merupakan bagian kerja sama antarnegara. Dia mengatakan nama Presiden RI pertama, Sukarno, sudah ada di Turki, sebagai timbal baliknya, nama Ataturk diusulkan oleh Turki untuk nama jalan di Jakarta.

"Penamaan jalan itu kan bagian kerja sama antarnegara, antara pemerintah, jadi itu kerjasama antara Indonesia dan pemerintah Turki. Ya kita juga saling membantu, saling menghormati," ujarnya.

"Nama Presiden kita Pak Soekarno sudah ada di depan KBRI kita, alhamdulillah sekarang giliran kita yang memberikan kesempatan nama tokoh daripada pemerintah atau negara Turki di Indonesia di Jakarta," lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut