Ketua MPR Tekankan 5 Peran Penting Mahasiswa bagi Negara

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 17:53 WIB
Akses Pendidikan Tinggi di RI Rendah, Universitas Terbuka Solusinya?
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut mahasiswa memiliki peran krusial sebagai agent of change, social control, moral force, guardian of value, serta sebagai iron stock. Menurutnya, sebagai agent of change, mahasiswa merupakan katalisator yang mendorong lahirnya perubahan ke arah perbaikan dalam kehidupan sosial, kehidupan berbangsa, dan bernegara.

"Untuk menjalankan fungsi sebagai penggerak perubahan, mahasiswa dituntut untuk dapat bersikap kritis, berpikir visioner dan melihat jauh ke depan. Selain mempunyai daya kreasi dan imajinasi yang kuat mengenai kondisi ideal yang dicita-citakan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (18/10/21).

Pada Focus Group Discussion (FGD) Training Legislatif Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Tahun 2021 secara virtual, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan sebagai social control, mahasiswa berperan untuk memperjuangkan keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu diharapkan tidak terjadi kesenjangan dan ketimpangan sosial. Dalam konsepsi ini, Bamsoet mengatakan mahasiswa dituntut jeli dalam melihat dan menyelami realitas sosial yang terjadi di sekitarnya.

"Sebagai moral force, mahasiswa adalah sumber daya pembentuk moral bangsa. Mahasiswa harus dapat menjadi contoh dan teladan, yang kehadirannya mampu memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Penguatan komitmen mahasiswa sebagai kekuatan moral ini terasa kian penting, karena seiring dengan pesatnya laju modernitas dan derasnya arus globalisasi, tantangan dalam menghadapi dekadensi moral bangsa akan semakin kompleks dan dinamis, khususnya bagi generasi muda bangsa," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, sebagai guardian of value, mahasiswa harus menjaga agar nilai-nilai luhur yang menjadi legasi dan jati diri bangsa tetap lestari, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, lanjut dia, mahasiswa selaku insan cendekia memiliki peran untuk mengembangkan nilai-nilai luhur yang bersifat universal, seperti kejujuran, integritas, gotong royong, toleransi, dan lain-lain, dengan dilandasi kerangka berfikir yang ilmiah.

"Sebagai iron stock mahasiswa adalah sumberdaya potensial bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan nasional. Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa dituntut untuk menjadi 'manusia-manusia tangguh', yang mampu menjawab berbagai tantangan dan dinamika zaman. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas dan terampil, melainkan juga berkarakter dan mempunyai wawasan kebangsaan yang memadai," kata Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia ini mengungkapkan dalam memaknai peran strategis mahasiswa tersebut, keterlibatan dalam lembaga legislatif mahasiswa juga menuntut agar mahasiswa mampu bersikap asertif. Yaitu kemampuan membangun komunikasi secara jujur, tegas, lugas, dengan tetap menghormati perbedaan pendapat.

"Berbeda dengan sikap agresif, sikap asertif ini mengamanatkan cara penyampaian pendapat tanpa melukai perasaan, mengedepankan keterbukaan pemikiran, dan menghargai hak orang lain untuk mempunyai pandangan yang berbeda dalam menyikapi setiap persoalan," pungkas Bamsoet.

(akn/ega)