Ketua MPR Dorong Indonesia Jadi Rumah Wayang Dunia

Eqqi Syahputra - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 18:35 WIB
Ketua MPR Dorong Indonesia Jadi Rumah Wayang Dunia
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI) menekankan pentingnya menjadikan Indonesia sebagai Rumah Wayang Dunia. Pasalnya, kata dia, 7 November 2003 lalu, atas usulan Indonesia, UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan budaya tak benda sekaligus menetapkan wayang kulit sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

"Pembahasan ekonomi dunia dilakukan melalui World Economic Forum (WEF) yang pertemuan tahunannya dilakukan di Davos, Swiss. Sementara Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap penyelenggaraan Forum Budaya Dunia, World Culture Forum (WCF)," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).

"Digagas pemerintah Indonesia bersama UNESCO pada tahun 2013, penyelenggaraan WCF yang direncanakan bergulir setiap dua sampai tiga tahun sekali, harus tetap berjalan. Indonesia harus tetap menjadi pemimpinnya," imbuhnya saat menerima pengurus Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi), di Jakarta, hari ini.

Ketua DPR RI ke-20 ini menambahkan pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah World Culture Forum (WCF) tidak lain karena kekayaan seni dan budaya Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020, Indonesia memiliki 2.907 cagar budaya dengan 439 museum.

Indonesia juga memiliki 5 daftar warisan dunia kategori budaya yang diakui UNESCO. Antara lain, komplek Candi Borobudur, komplek Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, Lanskap Budaya Bali: Sistem Subak sebagai perwujudan filosofi Tri Hita Karana dan Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto.

"Sementara untuk warisan budaya tak benda dan daftar praktek pengamanan yang ditetapkan UNESCO, hingga tahun 2019 jumlahnya mencapai 10 warisan. Antara lain Tiga Genre Tari Tradisional di Bali, Tas Noken, Tari Saman, Angklung, Batik, Keris, Pertunjukan Wayang, Pinisi, Pencak Silat, hingga Pendidikan dan Pelatihan Warisan Budaya Tak Benda Batik untuk Siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan Mahasiswa Politeknik, bekerja sama dengan Museum Batik Pekalongan," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan khusus untuk wayang, sebagaimana tercatat dalam data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia memiliki 18 jenis wayang, yakni wayang Kulit Purwa, Wayang Golek Sunda, Wayang Orang, Wayang Betawi, Wayang Bali, Wayang Banjar, Wayang Suluh, Wayang Palembang, dan Wayang Beber. Selain itu, Senawangi juga telah menerbitkan buku Ensiklopedi Wayang 9 jilid.

"Dengan menjadikan Indonesia sebagai 'Rumah Wayang Dunia', selain kita turut melestarikan kebudayaan wayang, sekaligus juga pelaksanaan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 74/230 tentang kebudayaan dan pembangunan berkelanjutan," pungkas Bamsoet.

Dalam acara tersebut, turut hadir pengurus Senawangi antara lain, Ketua Umum Suparmin Sunjoyo, Sekretaris Sumari, Ketua Bidang Hubungan Internasional Nurrachman Oerip, Ketua Bidang Humas dan Kemitraan Eny Sulistyowati, dan Sekretaris I Imira Dewi.

(akd/ega)