Mustafa Kemal Ataturk, Sosok yang Diusulkan Jadi Nama Jalan di DKI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 14:45 WIB
Izmir, Turkey - May 19 , 2019: Students are holding Turkish flags.  Celebrations of the 19 May 2019 Memoriam of Mustafa Kemal Ataturk, Youth and Sports Festival Izmir Konak Turkey. Republic Square.
Mustafa Kemal Ataturk, sosok yang diusulkan Jadi Nama Jalan di DKI (Foto: Getty Images/CasPhotography)

Mustafa Kemal Ataturk Hapuskan Kesultanan Utsmaniyah

Pada 1921, Mustafa Kemal Ataturk mendirikan pemerintahan sementara di Ankara. Pada 1924, Kesultanan Utsmaniyah secara resmi dihapuskan dan Turki menjadi republik sekuler, di mana Mustafa Kemal Ataturk adalah presidennya.

Hancurnya sistem khilafah yang dianut dalam Kesultanan Utsmaniyah mendapat kecaman dari banyak tokoh Islam, seperti Abu Al-Kalam Azad, Muhammad Ali, dan Shaukat Ali.

Sementara itu, ada pula tokoh-tokoh yang mendukung Mustafa Kemal Ataturk lantaran menjadi tokoh yang dapat melepaskan Turki dari dogmatisme.

Usai menghancurkan sistem khilafah di Turki, Mustafa Kemal Ataturk meluncurkan program reformasi sosial dan politik revolusioner untuk memodernisasi Turki. Reformasi yang dilakukan mencakup emansipasi wanita, penghapusan semua institusi Islam dan pengenalan kode hukum Barat, pakaian, kalender dan alfabet, menggantikan tulisan Arab dengan yang Latin.

Sementara itu, Mustafa Kemal Ataturk menerapkan kebijakan reformasi di luar negeri, yakni dengan kebijakan netralitas, menjalin hubungan persahabatan dengan tetangga Turki.

Mustafa Kemal Ataturk juga mendirikan rezim partai tunggal yang berlangsung hingga tahun 1945.

Saat nama keluarga diperkenalkan di Turki pada 1935, Mustafa Kemal Ataturk diberi nama belakang Ataturk, yang berarti 'Bapak Turki' lantaran berjasa membawa Turki sebagai negara modern. Dia meninggal dunia pada 10 November 1938.


(izt/imk)