Round-Up

Saat Senyuman Yusril Dibalas Sindiran Cuci Muka oleh Demokrat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 06:36 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Yusril Ihza Mahendra (Foto: Dok.detikcom)

Respons Demokrat

Yusril Ihza Mahendra merespons dengan tersenyum kegiatan Partai Demokrat menyerahkan berkas terkait uji materi AD/ART ke Kemenkumham. Demokrat membalas Yusril.

"Dulu, pas kami masih menginjak bangku sekolah, sudah diajarkan aktif mencari tahu sebelum berbicara mengenai sesuatu. Mungkin, karena Yusril sudah profesor, sampai lupa mencari tahu apa yang kami lakukan di Kemenkumham," kata Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

"Tapi sudah nafsu keburu comment, asal bunyi saja. Beginilah kalau memang membela yang bayar, bukan membela yang benar. Kalau bahasa anak zaman sekarang, check and recheck dulu," imbuh Herzaky.

Herzaky kemudian menjelaskan perihal dokumen yang diserahkan Demokrat ke Kemenkumham beberapa hari lalu. Demokrat meyakini dokumen yang mereka serahkan dapat membantu Kemenkumham mematahkan gugatan uji materi AD/ART.

"Kami itu ke Kemenkumham untuk menyerahkan berbagai bukti dan dokumen-dokumen yang, menurut kami, bisa membantu Kemenkumham mementahkan upaya manipulasi hukum yang dilakukan Yusril melalui uji materiil di MA. Kan pihak termohonnya Kemenkumham, bukan kami. Jadi dokumen-dokumennya harus kami serahkan ke Kemenkumham, karena kami kan tidak bisa langsung ke pengadilan," papar Herzaky.

Herzaky mengimbau Yusril agar lebih dulu mencari tahu sebelum mengomentari sesuatu. Menurutnya, itu perlu dilakukan agar Yusril tidak mempermalukan diri sendiri.

"Baiknya Yusril cuci muka dulu sebelum bicara, daripada asal bunyi. Diresapi dulu, dipikirkan baik-baik sebelum bicara. Malu sama usia dan gelarnya," ketus Herzaky.

Bahkan Herzaky menyebut Demokrat tidak mau lagi menanggapi komentar Yusril. Sebab, Demokrat tidak mau mempermalukan Yusril di depan publik.


(fas/maa)