PBB Berang Yusril Diminta Cuci Muka: Jubir Demokrat Pelahap Gosip!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 21:32 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Yusril Ihza Mahendra (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Partai Bulan Bintang (PBB) membela pengacara Yusril Ihza Mahendra yang diminta cuci muka oleh Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra berkaitan dengan penyerahan berkas AD/ART ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Wakil Sekjen PBB Solihin Pure menilai Herzaky bak peribahasa 'buruk muka cermin dibelah'.

"Buruk muka cermin dibelah. Yang harus cuci muka terlebih dahulu baru bicara itu Anda, Herzaky, karena setiap ucapan-ucapan yang Anda lontarkan banyak yang tak masuk akal, tendensius, dan cenderung mengaburkan masalah," kata Pure dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

Pure mengatakan Herzaky, sebagai juru bicara partai, kerap asal berbicara dan cenderung menerima berbagai gosip yang beredar. Dia menyebut Herzaky tidak layak menjadi juru bicara.

"Sebagai juru bicara, ada banyak pernyataan Herzaky yang asal bunyi karena mengidap sindrom pelahap informasi gosip. Dia cocoknya jadi juru bicara yang mewakili uneg-uneg ibu-ibu saat beli sayuran yang lagi kesal sama tetangganya. Bukan jadi juru bicara partai," ucap Pure.

Pure lantas menyinggung salah satu kesalahan Herzaky ketika menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai dalang lengsernya Presiden Gus Dur. Menurutnya, Herzaky kurang membaca dan terlalu banyak bergaya.

"Waktu presscon juga dia keseleo lidah menuduh Megawati Soekarnoputri dalang di balik lengsernya Presiden Gus Dur. Ngakunya keseleo atau bisa jadi dia ahistoris dengan sejarah bangsa ini. Herzaky kurang membaca kayaknya, terlalu banyak bergaya di depan kamera, jadi banyak pernyataannya yang ngawur. Pantesan saja wibawa PD merosot," tutur Pure.

"Saran saya, terutama kepada Bung Herzaky, mestinya Andalah yang jangan asal bunyi. Berhentilah nyinyirin orang ala netizen julid. Anda kan katanya politisi andal, mengemban tugas juru bicara lagi. Kan malu kalau isi komentarnya tuduh sana-sini, sumpah serapah," tambahnya.

Kemudian, Pure juga membahas berkaitan dengan pihak Partai Demokrat yang ramai-ramai menyerahkan AD/ART Partai Demokrat ke Kemenkumham. Menurutnya, apa yang disampaikan Yusril terkait Kemenkumham bukan lembaga peradilan tepat. Menurutnya, lembaga peradilan yang dimaksud adalah Pengadilan Agama, Pengadilan Militer, pengadilan umum seperti Pengadilan Negeri, PTUN, PTTUN, Tipikor, MA, MK.

"Kok tiba-tiba kuasa hukum Demokrat rame-rame masukkan data ke Kemenkumham yang jelas-jelas bukan lembaga peradilan. Ini kan aneh," ujarnya.

"Di sisi lain, Kemenkumham dalam perkara ini adalah masuk dalam pihak termohon. Ini langkah hukum apa politik, wajar dong kami bertanya? Apalagi yang lalu-lalu, kubu PD AHY mencak-mencak menuduh pemerintah ikut terlibat dalam kisruh PD. Eh, sekarang pas sudah disahkan, kesannya mereka pengin 'mesra' menggandeng Kemenkumham, makanya jangan buru-buru nuduh orang ya, nanti kan malu sendiri," lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Bukti Yusril Tak 'Jago' Tangani Kasus Korupsi

[Gambas:Video 20detik]