4 Pemerkosa Wanita di Halmahera Tengah Ditangkap, 2 Orang Lagi Masih Diburu

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 19:06 WIB
ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: dok. Thinkstock)
Halmahera Tengah -

Polisi menangkap empat pria yang diduga memperkosa wanita di Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut). Ternyata masih ada dua lagi terduga pelaku yang masih diburu.

Polisi mengatakan penyidik sempat memeriksa korban sebelum akhirnya meninggal dunia. Dari keterangan korban, polisi mendapatkan identitas pelaku.

"Dari keterangan korban, sempat korban sebelum dirawat di rumah sakit, sempat memberi keterangan (soal pelaku) walaupun cuma sedikit," kata Kapolres Halteng AKBP Nico Setiawan kepada detikcom, Minggu (17/10/2021).

Polisi kemudian mengamankan tiga terduga pelaku. Setelah itu, diamankan seorang terduga pelaku pemerkosaan.

"Kemudian mengarah pada pelaku. Dari pelaku yang diamankan tiga orang, didapat lagi nama satu orang. Makanya kami amankan empat orang," jelas Nico.

Nico menerangkan penyidik lalu memeriksa keempat terduga pelaku yang diamankan. Hasil pemeriksaan menyebut ada dua terduga pelaku lainnya yang terlibat pemerkosaan itu.

"Lalu, setelah kami lakukan pemeriksaan lagi, setelah itu dari keterangan mereka ternyata ada dua orang. Saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap dua orang tersebut," terang Nico.

Kasus ini membuat heboh warga hingga terjadi aksi demonstrasi di depan Polres Halteng menuntut para pemerkosa dihukum mati. Masyarakat menyampaikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Demonstrasi digelar sejak pukul 09.00 WIT. Dilihat detikcom dari foto yang diunggah netizen yang mengaku sebagai kakak korban pemerkosaan, terlihat asap hitam membubung di depan Mapolres.

AKBP Nico, saat dimintai konfirmasi detikcom, menyebut pendemo membakar ban. Kasus ini sendiri viral di media sosial.

Netizen yang mengaku sebagai kakak korban membagikan cerita yang dialami adiknya. Diceritakan adiknya diduga disekap oleh empat pemerkosa semalaman.

Pascapemerkosaan, korban disebut mengalami kesulitan berjalan. Kesehatannya menurun.

Korban disebut sempat dibawa ke RSUD Ternate karena kondisinya menurun. Hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

Akun tersebut juga mengungkap soal momen keluarga memeriksa ponsel korban. Dari pemeriksaan itu, pelaku pemerkosaan korban teridentifikasi.

Tonton juga Video: Korban Dugaan Pencabulan di Luwu Timur Batal Diperiksa Dokter Kandungan

[Gambas:Video 20detik]




(aud/gbr)