Warga Demo di Polres Halmahera Tengah Buntut Wanita Diperkosa 4 Pria

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 14:21 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Ilustrasi jenazah (Thinkstock)
Halmahera Tengah -

Warga Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), menggeruduk Mapolres Halteng buntut dari kasus pemerkosaan wanita oleh empat pria. Warga menggelar demonstrasi di depan Mapolres sejak pagi tadi.

"Pukul 09.00 WIT," kata Kapolres Halteng AKBP Nico Setiawan saat dimintai konfirmasi detikcom perihal demonstrasi, Minggu (17/10/2021).

Dilihat detikcom dari foto yang diunggah kakak korban pemerkosaan di Twitter, @Ghara_H4L3Y0r, asap hitam membubung di depan Mapolres. Terkait itu, Nico membenarkan pendemo membakar ban.

"Ban," jawab Nico.

Nico menjelaskan pihaknya mengadakan pertemuan dengan perwakilan pendemo untuk menjaga situasi tetap kondusif. Dalam pertemuan, polisi menerangkan langkah-langkah hukum yang dilakukan penyidik dalam menangani kasus pemerkosaan tersebut.

"Ada pertemuan dengan perwakilan dan menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan penyidik," tutur Nico.

Sebelumnya diberitakan kisah seorang wanita diduga korban pemerkosaan dan meninggal dunia viral di media sosial. Kisah itu dibagikan seorang netizen di Twitter, yang mengaku sebagai kakak korban.

Dikutip detikcom dari cuitan kakak korban, pemerkosaan terjadi di Halteng. Polisi pun sudah turun tangan dengan menangkap empat pelaku.

Dalam cerita yang dibagikan di Twitter, netizen yang mengaku sebagai kakak korban menceritakan adiknya diduga disekap oleh empat pemerkosa semalaman. Setelah itu, korban disebut mengalami kesulitan berjalan.

Korban disebut sempat dibawa ke RSUD Ternate karena kondisinya menurun. Hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

Akun tersebut juga mengungkap soal momen keluarga memeriksa ponsel korban. Dari pemeriksaan itu, pelaku pemerkosaan korban teridentifikasi. Empat pemerkosa itu kini sudah ditangkap polisi. Mereka ditahan di Polres Halteng.

Dimintai konfirmasi detikcom sebelumnya, AKBP Nico mengatakan polisi hendak melakukan gelar perkara pemerkosaan tersebut. Dia menerangkan kasus dugaan pemerkosaan itu sudah sampai ke tahap penyidikan.

"Nanti ya (update perkembangan kasusnya). Sebentar, ini kami mau gelar perkara dulu karena dalam perkembangannya korban meninggal dunia. Sudah penyidikan," jelas Nico.

Simak juga Video: Polisi Ungkap Kendala Temukan Bukti Baru Kasus Pencabulan di Luwu Timur

[Gambas:Video 20detik]



(aud/gbr)