Jalan Penghubung Batu Ceper-Neglasari Tangerang Rusak, Begini Kondisinya

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 13:34 WIB
Jalan penghubung Kecamatan Batu Ceper dengan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, rusak parah, Minggu (17/10/2021).
Jalan penghubung Kecamatan Batu Ceper dengan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, rusak parah. (Khairul Ma'arif/detikcom)
Tangerang -

Jalan penghubung Kecamatan Batu Ceper dengan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, rusak parah. Begini kondisi jalan yang kerap dilintasi truk tersebut.

detikcom memantau langsung di lokasi, Minggu (17/10/2021) siang. Jalan tersebut bernama Jalan Juanda. Masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan Jalan Angkasa Pura 2.

Ada sekitar delapan titik jalan yang rusak parah. Tidak jarang jalan ini penuh debu saat dilalui kendaraan. Hal ini dikarenakan adanya bekas pasir untuk menambal lubang di jalan.

"Dulu awalnya sering ada truk tanah lewat sini, jadi buat jalannya rusak gini dah sekarang," kata seorang pedagang di lokasi, saat berbincang dengan detikcom.

Jalan penghubung Kecamatan Batu Ceper dengan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, rusak parah, Minggu (17/10/2021).Jalan penghubung Kecamatan Batu Ceper dengan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, rusak parah. (Khairul Ma'arif/detikcom)

Pedagang tersebut mengaku sudah sering mendengar kabar akan ada perbaikan. Namun belum terealisasi hingga hari ini.

Salah seorang pengendara motor yang biasa melintasi jalan ini, Zulkifli, menyebut jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki. Menurutnya, dulunya dua lajur jalan sering dilintasi.

"Sebelumnya jalan ini dua lajur. Tapi gara-gara rusak, jadi cuma satu lajur yang dipakai. Ya saya mah sebagai warga yang sering melewati jalan ini inginnya diperbaiki segera," harap Zulkifli.

Seingat Zulkifli, perbaikan jalan terakhir kali dilakukan sebelum pandemi COVID-19. Yang jelas, menurutnya, sudah lama jalan rusak tersebut tidak diperbaiki.

"Wah lupa saya kapan terakhir diperbaiki. Kayaknya mah sebelum pandemi COVID-19. Tapi nggak lama rusak lagi kayak gini," sebutnya.

Zulkifli menyebut kerusakan jalan membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama. Terlebih, banyak angkutan umum yang kerap berhenti.

"Sekarang satu lajur doang, bikin lama perjalanan, soalnya angkutan kota kadang suka berhenti. Udah gitu, juga udah ada yang rusak juga sekarang," jelasnya.

(zak/zak)