Respons soal Teguran Tes Doping, Menpora: WADA Memahami Kondisi RI

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 21:18 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali, dalam acara penyambutan Kontingen Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu 5 Agsutus 2021.
Foto: Youtube Kemenpora RI
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menanggapi teguran yang diberikan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) hanya terkait implementasi program uji doping yang efektif. Menurutnya WADA sudah memahami kondisi olahraga di Tanah Air yang sempat terhenti karena pandemi.

"Memang WADA mengirimkan surat dan disampaikan kita tidak patuh. Begini, saat pandemi COVID-19, semua kegiatan olahraga kita berhenti. Tidak ada kompetisi, kejuaraan, bahkan car free day dilarang saat itu," kata Amali dalam keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021).

Kondisi tersebut dinilainya menghambat RI sehingga tidak bisa mengirimkan sampel uji doping dan memicu surat teguran dari WADA. Namun, setelah mendapatkan penjelasan melalui surat klarifikasi yang dikirim Kementerian Olahraga (Kemenpora), WADA pun memahaminya.

"Sampel itu diambil kalau ada kejuaraan atau kompetisi maupun turnamen. Kalau tidak ada bagaimana mau ambil sampel kan begitu ya. Sehingga Indonesia tidak bisa memenuhi sampel itu. Itu yang yang dianggap tidak patuh. Kemudian kita berkirim surat menjelaskan situasi yang kita hadapi ini dan akhirnya mereka memahami," jelas Amali.

Lebih lanjut, dia menjelaskan WADA akan menunggu sampel uji doping di PON Papua. Dengan begitu ambang batas minimal sampel pengujian atau TDP Indonesia dapat terpenuhi.

Amali menyebut sampel ini nantinya akan diawasi melalui Agensi Anti-Doping Jepang yang telah terakreditasi dan telah memiliki standardisasi. Sehingga Amali meminta masyarakat maupun stakeholder olahraga tidak perlu khawatir.

Menpora Amali pun yakin Indonesia akan tetap bisa menggelar kejuaraan internasional yang telah dijadwalkan sebelumnya dan tidak kehilangan haknya dalam ajang olahraga tingkat dunia. "Kita sudah berkirim surat dan WADA meresponsnya. Mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, WADA memberikan surat teguran yang menyatakan Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

(ega/ega)