Menpora Pastikan Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Event Internasional

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 20:37 WIB
Menpora Wanti-wanti Atlet hingga Penonton PON Papua Disiplin Prokes
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan kekhawatiran Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah event internasional dan tidak boleh memakai nama Indonesia pada gelaran internasional tidak akan terjadi. Sebab, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) merespons positif kondisi Indonesia terkait anti-doping pada tahun 2020-2021 ini.

Sebagaimana diketahui, WADA sebelumnya memberikan surat teguran yang menyatakan Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

Amali menjelaskan, pada September lalu WADA mengeluarkan surat teguran, namun respons dari Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dianggap belum memadai. Sehingga, WADA mengirimkan kembali surat teguran pada Kamis (7/10). Surat teguran ini pun ditanggapi secara cepat oleh Kemenpora pada Jumat (8/10) melalui koordinasi dengan LADI.

Ia menyebutkan pihaknya memberi klarifikasi bahwa pada tahun 2020, LADI tidak dapat mengirimkan jumlah sampel sesuai dengan TDP (Test Doping Planning) karena olahraga terhenti akibat adanya pandemi COVID-19 pada Maret 2020.

"Ini yang menyebabkan berkurangnya jumlah sampel yang dikirim ke Lab anti-doping di Qatar. Sedangkan untuk tahun 2021 masih akan diharapkan dari sampel yang diambil saat PON XX Papua," ujar Amali dalam keterangan tertulis, Minggu (10/10/2021).

"Ini lebih pada pengiriman sampel. Karena pengiriman sampel kita memang merencanakan akan memberikan sample pada tahun 2020," tambahnya.

Menurutnya, semenjak pandemi COVID-19 kegiatan-kegiatan olahraga terhenti secara total sehingga tidak ada kegiatan-kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sampel untuk anti doping pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut. Kendati demikian, ia mengaku lagi khawatir karena target sample bisa dipenuhi pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang saat ini sedang berlangsung di Papua.

Amali menilai respons cepat pihaknya terhadap WADA inilah yang membuat WADA menyambut positif klarifikasi Kemenpora-LADI. Ia mengungkap WADA akan menunggu sampel PON Papua guna memenuhi TDP (Tes Doping Plan) 2021.

"Saya kira tidak ya, setelah kami menyampaikan surat pada tanggal 8 Oktober kemarin kemudian WADA sudah merespons bahwa mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia, dan kemudian mereka berharap dari PON ini sampel-sampel kita sesuai TDP kita tahun 2021," katanya.

"Jadi ingin saya tegaskan di sini mengenai yang tidak boleh menyelenggarakan kegiatan internasional, kita dilarang menggunakan nama Indonesia atau Lagu Indonesia Raya, Merah Putih, dan lain sebagainya itu sudah klir ya. Dengan pernyataan dari WADA bahwa mereka apresiasi dan menunggu hasil sampel dari Pekan Olahraga Nasional," tambahnya.

Amali menilai peringatan WADA kali ini memiliki hikmah yang baik untuk tata kelola LADI untuk lebih preventif dan terencana dengan baik, serta mengantisipasi berbagai kondisi yang terjadi. Menurutnya, WADA justru akan membantu mensupervisi melalui JADA (Japan Anti-Doping Agency) sebagai salah satu lembaga anti-doping yang sudah terakreditasi dan terstandarisasi secara internasional.

"Dan ada lagi tambahannya kita akan disupervisi oleh JADA, ini seperti LADI kita, lembaga anti doping Jepang bila kita hendak menyelenggarakan kegiatan regional maupun internasional, ini bagus, jadi mereka akan membantu kita, mensupervisi kita supaya jangan sampai terulang kejadian seperti yang lalu itu, ini hikmah dari kejadian ini," tutur Amali.

Amali pun menekankan kepada para pencinta olahraga, termasuk yang menantikan Moto GP Mandalika, untuk tidak perlu takut lagi. Sebab, respons WADA yang baik dan solutif menurutnya bakal membuat event internasional bisa tetap berjalan dan Indonesia tetap bisa menjadi tuan rumah.

"Itu sudah pasti tidak (tentang kekhawatiran Moto GP Mandalika tidak jadi digelar), dengan respons WADA terhadap surat kami mereka memahami situasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2020 dan mereka berharap PON ini berlangsung dengan baik dan sampel-sampel tes doping pada PON ini bisa memenuhi perencanaan TDP 2021 kita berarti tidak ada larangan dan lain sebagainya," pungkasnya.

(ega/ega)