Polri Berantas Pinjol Ilegal, PPP Optimistis Korban Dapat Keadilan

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 18:39 WIB
PPP Dampingi Korban Pinjol
Foto: PPP
Jakarta -

Ketua DPP PPP Bidang Hukum, Andi Surya Wijaya mengapresiasi langkah Polri yang menggerebek kantor sindikat pinjaman online ilegal di beberapa wilayah. Menurutnya, langkah Polri itu semakin membuat Lembaga Advokasi Hukum (LAH) PPP makin optimis dampingi korban pinjol untuk mendapatkan keadilan.

"Kami mengapresiasi langkah Polri yang menindak perusahaan Pinjol di Jakarta dan sekitarnya, di Jawa Barat serta Yogyakarta dan Jawa Barat. Tindakan tegas tersebut membuat kami semakin semangat mendampingi korban pinjol yang sudah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir," kata Andi dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Andi menuturkan tindakan Polri ini merupakan implementasi instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan pinjol ilegal. Andi berharap Polri bisa terus melakukan investigasi dan penggerebekan-penggerebekan hingga ke daerah secara masif agar praktek meresahkan tersebut diberantas hingga tuntas.

"Presiden Jokowi mendengar keresahan masyarakat akan pinjol-pinjol tak resmi ini," ujarnya.

"Ini sudah sangat meresahkan, bisa kita saksikan, pinjol ilegal ini bahkan sudah melakukan tindakan pidana dengan melakukan ancaman-ancaman juga dengan mengirimkan foto-foto dan video porno," imbuh Andi.

Ia menambahkan, sejak 25 Agustus PPP melalui Lembaga Advokasi dan Hukum (LAH) telah membuka posko pengaduan korban pinjol dan saat ini telah mendampingi para korban untuk menggugat perusahaan pinjol.

Banyak cerita sedih dari korban pinjol yang disampaikan di posko pengaduan seperti teror, intimidasi dan lainnya. Mereka memberikan kuasa kepada LAH untuk mendapatkan keadilan. Menurutnya, PPP melalui LAH juga akan terus melakukan upaya pendampingan kasus tersebut hingga selesai.

"Saat ini misalnya, salah satu korban yang kami damping berprofesi sebagai pedagang online. Korban diteror pinjol ilegal bahkan keluarganya diancam mau dibunuh. Rumah korban juga sering didatangi orang tidak dikenal," ujarnya.

"Posko ini akan terus kita buka selama pinjol ilegal ini masih terdengar di masyarakat," tandasnya

(ncm/ega)