PDAM Depok Ungkap Alasan Menara Air Dirobohkan Berujung Crane Timpa Rumah

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 17:22 WIB
Depok -

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Muhammad Olik Abdul Holik, mengungkap alasan menara air di perumahan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat dirobohkan. Dia mengatakan menara air itu sudah retak dan dapat membahayakan warga.

"Ini memang kita bongkar karena menara ini sudah kurang bagus, banyak yang retak sehingga bisa jatuh kecil-kecil, tapi karena kan tinggi, jadi sangat berbahaya sehingga kita hancurkan kita bongkar," kata Olik di lokasi, Jumat (15/10/2021).

Olik mengatakan menara air itu dibangun sekitar tahun 1980. Dia menyebut PDAM akan mebuat tangki air baru di sana untuk menyuplai air ke warga.

"Menara sudah cukup lama, sekitar dibangun tahun 80-an. Memang menara ini, kita waktu zaman dulu tidak terlalu dipergunakan, sementara kita di sini akan membuat semacam water tank untuk menyuplai kepada warga di daerah sini dan Sawangan," tuturnya.

Olik belum menjeaskan penyebab crane untuk membongkar menara air itu jatuh dan menimpa rumah warga. Dia mengatakan PDAM fokus pada penanganan korban.

"Nanti lah ya, kita fokus dulu ke korban. Saya mohon kita fokus penanganan korban," ujarnya.

Olik juga meminta maaf kepada warga dan korban atas peristiwa tersebut. Dia memastikan PDAM akan bertanggung jawab penuh.

"Terjadi musibah atas jatuhnya crane dengan ini saya atas nama Perusahaan Daerah Air Minum Depok menyatakan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan kepada korban. Kemudian kami akan bertanggung jawab sepenuhnya korban dan kita saat ini fokus kepada korban. Kita akan bertanggung jawab sepenuhnya baik moril dan materiil," ucapnya.

Peristiwa crane roboh menimpa dua rumah warga terjadi di Perumnas Depok Jaya Jalan Mawar RT 07 RW 04, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pukul 09.00 WIB. Crane itu menimpa atap rumah warga hingga menyebabkan tiga orang menjadi korban luka.

"Menyebabkan bagian atap rumah warga hancur dan menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka," ucap Kabid Damkar Kota Depok Denny Romulo, Jumat (15/10).

Denny kemudian menjelaskan detik-detik crane roboh menimpa dua rumah. Menurutnya, saat itu operator crane bernama Heri Mulyanto tengah menurunkan tiang beton PDAM.

"Tiba-tiba posisi crane miring ke sebelah kanan disebabkan jack (penahan crane) amblas dan langsung roboh terguling dan menimpa 2 rumah warga," kata Denny.

Ketiga korban bernama Jaidar, Asnel Taher, dan Jasmin Putri Fadilah (14). Para korban telah dievakuasi dari lokasi. Ketiganya tengah mendapat perawatan medis.

Polisi turun tangan mengusut peristiwa crane roboh tersebut. Kasus tersebut kini sedang ditangani oleh Polresta Depok.

(haf/haf)