Direktur-Collector PT Indo Tekno Nusantara Jadi Tersangka Pinjol Ilegal

ADVERTISEMENT

Direktur-Collector PT Indo Tekno Nusantara Jadi Tersangka Pinjol Ilegal

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 15:48 WIB
Jakarta -

Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka di kasus pinjaman online (pinjol) di Cipondoh, Kota Tangerang. Ketiga tersangka terdiri dari Direktur PT Indo Tekno Nusantara (ITN) dan dua karyawannya di bagian collector.

"Sampai tadi pagi ada 32 orang yang sudah selesai diperiksa. Ada tiga orang ditetapkan tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Tiga orang yang ditetapkan tersangka diketahui berinisial P, MAF, dan RW. Ketiganya ditetapkan tersangka dengan peran masing-masing.

"P adalah direktur PT ITN bertanggung jawab atas kegiatan pinjol ilegal," ujar Yusri.

Sementara itu, MAF dan RW berperan sebagai penagih utang. Keduanya menggunakan konten pornografi dalam menagih pinjaman korban.

"Sementara 29 karyawan lainnya kita pulangkan dan kenakan wajib lapor," ucap Yusri.

Ketiga pelaku ini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 35 juncto 51 Pasal 27 juncto 45 UU ITE.

Untuk diketahui, PT ITN ini menyewa 7 ruko dengan 4 lantai di Rukan Crown Blok C01-07 Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Ada 32 karyawan PT ITN yang diamankan polisi di lokasi.

Yusri mengatakan ada 13 perusahaan aplikasi pinjol yang menggunakan jasa PT ITN untuk menagih debitur. Dari 13 tersebut, hanya 3 pinjol yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Di sini hanya ada tiga aplikasi yang legal, sepuluh sisanya ilegal," kata Yusri di lokasi, Kamis (14/10).

(ygs/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT