Polisi Panggil Pertamina Buntut BBM Langka di Sumut

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 14:50 WIB
SPBU di Tanjung Morawa kehabisan stok BBM (dok. Istimewa)
SPBU di Tanjung Morawa kehabisan stok BBM. (dok. Istimewa)
Medan -

Polda Sumatera Utara (Sumut) mengundang pihak Pertamina terkait BBM langka di sejumlah wilayah di Sumut. Polda Sumut mengaku menemukan ada pengurangan suplai BBM.

"Dalam beberapa hari ini memang terjadi pengurangan dari hasil penyelidikan kita di lapangan. Terjadi pengurangan distribusi BBM dari depo Pertamina ke SPBU-SPBU," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

Panca mengatakan pihaknya kemudian mengundang pihak Pertamina. Polda Sumut, katanya, bakal mendengar alasan dari Pertamina mengapa BBM langka di Sumut.

"Untuk itu, saya sudah menindaklanjuti dengan untuk mengundang kepala pemasaran Pertamina wilayah Medan dan hari ini sedang berlangsung rapatnya di Krimsus. Nanti kita dengar apa alasan dan penyebabnya hingga terjadi pengurangan jumlah kuota BBM yang ada di wilayah Sumut," ucap Panca.

Panca mengatakan pihaknya sedang mengusut ada-tidaknya dugaan mafia BBM. Meski demikian, dia mengatakan para pemilik SPBU mengeluhkan kuota BBM yang berkurang.

"Kita masih didalami. Tetapi dari hasil wawancara kita dengan pemilik SPBU. Semuanya menyatakan bahwa dari jumlah kuota harian yang diterima itu terjadi pengurangan dari depo Pertamina dan apa penyebabnya Pertamina yang lebih tahu. Makanya sekarang sedang kita laksanakan rapat bersama di Krimsus. Nanti akan kita sampaikan," ucap Panca.

Panca menegaskan tak ada toleransi bagi pihak yang mengambil keuntungan dari kondisi BBM langka di Sumut. Dia berjanji menindak tegas semua pihak yang merugikan warga.

"Khususnya kepada para pihak-pihak yang mencoba mengambil kesempatan dalam keterbatasan distribusi BBM saat ini di wilayah Sumut, saya perlu sampaikan dan tidak ampun bagi pelaku usaha yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kondisi seperti ini," sebut Panca.

"Saya akan tindak tegas karena kepentingan masyarakat harus diutamakan supaya semua berjalan lancar, khususnya perekonomian dan kegiatan masyarakat," sambung Panca.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.