Tunjangan Guru Madrasah Cuma Rp 1 Juta/Bulan, Bamsoet: Sangat Ironis

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 13:08 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung pemerintah daerah untuk memberi Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) setara bagi Guru Madrasah dan Guru di sekolah umum SD-SMA. Sebab, menurut Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), saat ini masih ada kesenjangan perlakuan.

Salah satunya terkait TKD Guru SD di DKI Jakarta yang mencapai Rp 4,3 - 6,5 juta per bulan. Sementara TKD Guru Madrasah hanya Rp 1 juta per bulan, belum termasuk potongan pajak 15 persen. Adapun TKD Guru Madrasah belum pernah ada kenaikan selama 10 tahun terakhir.

"Kondisi di berbagai daerah lain juga hampir sama. Sangat ironis. Sebaiknya ada regulasi yang jelas, yang bisa menyetarakan TKD Guru Madrasah dengan TKD Guru di sekolah umum, sebagai bentuk penghormatan sekaligus keberpihakan terhadap jasa dan pengabdian para guru. Mengingat dana pendidikan pada tahun 2021 ini sudah naik 5 kali lipat menjadi Rp 550 triliun," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Usai menerima PGMI pada Kamis (14/10), Bamsoet menjelaskan keberadaan madrasah merupakan salah satu aset pendidikan di Indonesia. Pasalnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama mencatat terdapat 83.551 unit madrasah negeri dan swasta di Indonesia dari mulai tingkat Raudhatul Athfal, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah. Adapun data tersebut merupakan Data Statistik Tahun Ajaran Semester Ganjil 2020/2021.

Dari jumlah tersebut, tercatat jumlah siswa mencapai 9,6 juta jiwa, jumlah guru mencapai 929.511 jiwa, dan tenaga pendidik mencapai 140.636 jiwa.

"Madrasah merupakan aset kekayaan pendidikan nasional. Keberadaan madrasah yang menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pendidikan formal, sangat membantu bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Khususnya dalam melahirkan anak bangsa yang mencintai agamanya sekaligus mencintai bangsa dan negaranya. Sehingga membantu menciptakan suasana kesejukan dan moderasi beragama. Dari madrasah, anak bangsa bisa didik mengenai pentingnya merajut perbedaan dan keragaman melalui tradisi keagamaan dan kearifan lokal," paparnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun mengatakan para peserta didik madrasah juga banyak menorehkan berbagai prestasi. Seperti halnya prestasi tim robotik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Kota Makassar yang meraih 4 gelar juara dalam ajang Asean Robotic Day (ARD) 2021 pada September 2021.

"Menunjukkan bahwa siswa madrasah siap menghadapi era Industri 4.0 dan Cybion (Cybernetics, Biologi and Ontology). Besarnya potensi para siswa madrasah tersebut tentunya harus didukung dengan keberpihakan negara yang ditunjukkan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin kesejahteraan para guru dan tenaga didiknya," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut turut hadir pengurus PGMI antara lain Ketua Syamsudin dan Sekretaris Suhardi. Hadir pula Ketua DPW PGMI DKI Jakarta Makhrus, Sekretaris DPW PGMI DKI Jakarta Edi Sulaksono, dan Anggota DPW PGMI DKI Jakarta Nurlaelah.

(fhs/ega)