PPP Bicara 3 Poros Pilpres 2024, Buka Opsi Koalisi dengan NasDem-PAN

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 11:01 WIB
Jakarta -

PPP, melalui Ketua DPP Achmad Baidowi, berbicara wacana 3 poros koalisi di Pilpres 2024. Ada poros PDIP, Golkar, dan PPP sendiri. PPP membuka opsi koalisi dengan Partai NasDem dan PAN.

Merujuk pada perolehan kursi di DPR pada Pileg 2019, jika PPP (19 kursi), NasDem (59 kursi) dan PAN (44 kursi) berkoalisi, kursi mereka berjumlah 122 atau 21 persen. Yang mana persentase tersebut memenuhi syarat untuk mencalonkan pasangan capres-cawapres.

"Dengan ketentuan 20 persen kursi dan 25 persen suara itu berpotensi menjadi tiga poros. Kalau di beberapa media menyebutkan adalah satu poros PDIP, poros Golkar, dan satu lagi poros lainnya," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi saat menjadi pembicara dalam diskusi di DPR, Kamis (14/10/2021).

"Di poros yang lain itu tergantung PPP juga, apakah PPP tertarik dengan poros ketiga, misalkan Nasdem, PAN, PPP, itu sudah 21 persen," imbuhnya.

PPP menyorongkan ketua umum mereka, Suharso Monoarfa, untuk Pilpres 2024. Partai berlambang ka'bah itu menilai Suharso layak dijadikan calon wakil presiden (cawapres).

"Kalau partai kami, Ketua Umum PPP (Suharso Monoarfa) mendeklarasikan sebagai capres, kenapa tidak ngukur baju. Kalau kemudian Ketum PPP mendeklarasikan sebagai cawapres, saya kira bajunya pas," sebut Baidowi.

Seolah gayung bersambut, NasDem juga kembali menggaungkan wacana konvensi capres. Agar konvensi tersebut bisa terealisasi, syarat NasDem sudah punya teman koalisi.

"Karena kita mau konvensi itu dilakukan sebagai wadah untuk mencari pemimpin. Itu dulu prinsipnya. Kenapa kemudian kita harus mensyaratkan terbentuknya koalisi? Karena Pak Surya Paloh itu ingin calon presiden yang akan berkontestasi di konvensi tidak ada lagi terjebak dengan pikiran, konsentrasi, untuk mencari partai pendukung," papar Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Satu hal ditegaskan Ahmad Ali bahwa rencana konvensi ini bukan untuk Surya Paloh. Sebab, Surya Paloh tidak berkeinginan maju sebagai capres.

"Kita mau bahwa NasDem mengharapkan benefit elektoral dari konvensi itu, ya sebagai parpol pastilah. Tapi sekali lagi bahwa konvensi itu digagas oleh Pak Surya Paloh bukan untuk dirinya, Pak Surya tidak punya keinginan untuk maju sebagai capres, sehingga dia tidak ada akan mendaftarkan diri di konvensi," terang Ahmad Ali.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.