Miris! 2 Bocah di Polman Sulbar Ditinggal Ayahnya di Tengah Jalan Saat Subuh

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 16:02 WIB
Polman -

Sepasang bocah kakak-adik ditelantarkan oleh seorang pria yang diduga ayahnya di pinggir jalan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), saat subuh hari. Warga sempat mengejar ayah bocah itu, tapi ia melarikan diri.

"Ditemukan warga di (wilayah) Sepa Batu menjelang salat Subuh. Ini anak ditinggal sama bapaknya, jadi dia dibawa ke Polsek," kata salah satu warga, Rahmat saat dikonfirmasi wartawan di Mapolsek Tinambung, Kamis siang (14/10/2021).

Dua bocah malang itu ditinggal di pinggir jalan dengan kondisi yang memprihatinkan. Warga yang merasa iba dengan bocah itu lantas membawanya ke kantor polisi terdekat.

Penemuan bocah kakak-adik ini sempat mengundang perhatian warga yang melintas di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sepa Batu, Kecamatan Tinambung, Kamis, sekitar pukul 05.00 Wita.

Menurut Rustam, warga setempat sempat berupaya mengejar pria yang diduga ayah kedua bocah malang ini. Namun pengejaran dihentikan karena warga melihat pria tersebut menunjukkan gelagat aneh.

"Setelah itu kita cari bapaknya, tapi dia pura-pura pingsan. Yang mencari juga takut, karena jangan sampai dikira dia membunuh orang, apalagi subuh, masih sepi," ungkapnya.

Beruntung, setelah dilakukan penyelidikan, polisi bersama warga berhasil mendapat identitas kedua bocah malang ini dan asal-usulnya.

Kedua bocah itu diketahui berinisial SY (7 tahun) dan AR (3 tahun), berasal dari Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju. Sejak beberapa malam terakhir, keduanya berada di rumah salah satu kerabat di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, bersama ayahnya.

Keluarga sempat mendapati kedua bocah malang ini bersama ayahnya sedang menunggu mobil di pinggir jalan, lantaran hendak kembali pulang ke kampung halamannya, Rabu malam (13/10).

"Tadi malam dia mau pulang sekitar jam 10 malam, ditemukan keluarga pas di lampu merah. Keluarga sempat menawarkan diri untuk menemani menunggu mobil namun ditolak," ungkap kerabat bocah, Rafli.

Rafli mengaku heran, mengapa kedua ponakannya tersebut justru ditemukan warga telantar di pinggir jalan tanpa didampingi ayahnya. Kendati begitu, Rafli mengaku ayah kedua bocah malang ini menderita gangguan kejiwaan.

"Kalau dari tempat keluarga dengan lokasinya ditemukan jaraknya sekira 7 kilometer. Kalau bapaknya saya tidak tahu dimana keberadaannya saat ini, karena kondisinya kurang sehat," tandas Rafli.

Untuk kepentingan lebih lanjut, polisi menyerahkan kedua bocah malang ini kepada keluarganya. Sang adik AR tampak ketakutan dan terus menangis ketika digendong pamannya, untuk dibawa pulang ke rumah kerabatnya.

(nvl/nvl)