Saran Peneliti ke Anies: Jangan Kerja Penanganan Banjir Saat Musim Hujan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 06:40 WIB
Pemprov DKI Jakarta melakukan program Gerebek Lumpur untuk mencegah banjir di musim penghujan. Sejumlah sungai pun dikeruk.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Peneliti Perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna memberi saran untuk Gubernur DKI Jakarta agar bisa mengendalikan banjir. Menurut Yayat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Pertama, proyek sumbar daya air. Apakah sungai saluran yang jadi tanggung jawab DKI selesai dikeruk, dibersihkan, kemudian ditata untuk antisipasi musim hujan. Jangan kerja penanganan banjir saat hujan. Ini musim hujan biasanya diawali di akhir November, puncak Desember atau Januari," kata Yayat saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).

Kemudian, Yayat juga menyoroti soal kesiapan warga yang tinggal daerah-daerah rawan banjir. Menurutnya, yang harus dipersiapkan adalah tempat penampungan.

"Kalau wilayah itu tidak bisa diatasi karena kawasan rendah, cukup parah, yang dilakukan adalah bagaimana membuat panampungan, dalam konteks mengimbau membuat rumah lebih aman, misal membuat rumah dua lantai. Jadi, kalau banjir bisa mengungsi ke atas," imbau Yayat.

Yayat juga mengingatkan perihal lokasi-lokasi strategis, khususnya pusat perekonomian. Dia mencontohkan banjir yang sering melanda wilayah Kemang, Jakarta Selatan.

"Contoh sungai di Kemang. Itu daerah ekonomi, elite, tapi tawan bencana banjir. Jangan sampai kawasan ekonomi itu bagi pelaku usaha menjadi wilayah bencana ketika musim hujan," tutur Yayat.

Lebih lanjut Yayat juga mempertanyakan kelanjutan proyek normalisasi sungai. Sebab, dia mengaku tidak mendengar kabar terbaru mengenai kelanjutan proyek tersebut.

"Apakah Pemprov DKI masih niat tidak untuk tahun akan datang melakukan normalisasi. Karena tahun ini tidak ada kabar terbaru. Karena kalau tidak dilakukan apa-apa, ya mengulang cerita lama," sebutnya.

Selain itu, Yayat juga berbicara perihal target Anies banjir surut dalam 6 jam. Dia memprediksi target Anies tidak akan tercapai jika hujan yang mengguyur Jakarta ekstrem.

"Agak berat, kecuali hujan rata-rata normal. Takluk, KO, kalau hujan ekstrem, itu sering terjadi. 2020, 2021, kemungkinan di bulan musim penghujan. Kalau hujan ekstrem terjadi, apa yang dilakukan," ucap Yayat.

Simak juga Video: Ini Keinginan Anies Usai Jabatan Gubernur Habis pada 2022

[Gambas:Video 20detik]



(aik/zak)