Round-Up

Posisi Baru dari Jokowi untuk Megawati

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 06:34 WIB

Kepala BRIN Sebut Perlunya Dukungan Politis

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memberi penjelasan mengapa ketua dewan pengarah tak berasal dari periset atau akademisi.

"Terkait riset yang penting itu terkait dengan pelaksanaan riset itu yang penting itu manajemennya, eksekutifnya. Nah eksekutifnya kan saya kan periset tulen ya," kata Handoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Handoko mengungkapkan, BRIN juga memerlukan dukungan teknokratis dan politis. Karena itu, dewan pengarah tak harus berasal dari periset. Lagi pula, lanjutnya, dewan pengarah juga tak memiliki tugas melakukan riset.

"Yang kita perlukan setelah itu adalah dukungan teknokratis dan politis, itulah sebabnya ada dewan pengarah. Kalau di undang-undang itu kan secara jelas dinyatakan seperti itu. Jadi, karena dewan pengarah kan tidak melakukan riset, tidak masuk ranah eksekusi," ungkapnya.

"Risetnya itu sendiri itu menjadi tanggung jawab saya untuk melakukan itu semua. Tapi saya perlu dukungan dari sisi teknokratis dan politis," lanjut Handoko.

Handoko melanjutkan, BRIN juga memerlukan koordinasi antara lembaga dan kementerian. Di situlah, kata dia, dewan pengarah juga akan berperan.

"Karena seperti teman-teman ketahui saya kan mengumpulkan semua periset dan unit riset dan dari semua kementerian itu bukan berarti saya melakukan sendiri. Saya kan harus mengembalikan layanan riset yang tadinya mereka butuhkan ke kementerian lagi. Tentu itu membutuhkan koordinasi yang sejujurnya tidak mudah juga, itulah sebabnya kita dewan pengarah. Itu ada di situ," papar Handoko.

"Jadi sebenarnya mirip dengan BNPB juga. BNPB kan lintas kementerian juga, itu sebabnya di BNPB ada dewan pengarah juga. Jadi sebenarnya dewan pengarah itu fungsinya untuk menjadi payung bagi kita semua supaya semua lebih mudah dikonsolidasikan," sambung dia.

Ucapan selamat PDIP kepada Megawati