Round-Up

Posisi Baru dari Jokowi untuk Megawati

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 06:34 WIB
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah resmi dilantik untuk menduduki jabatan baru yakni Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jabatan itu merupakan posisi kedua dalam dewan pengarah, sebelumnya Megawati juga diberikan jabatan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pelantikan Megawati digelar di Istana Negara, Rabu (13/10/2021). Pelantikan itu dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. Selain Megawati ada 9 anggota lain yang juga dilantik di dewan pengarah.

Berikut daftarnya:

1. Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua
2. Menteri Keuangan sebagai wakil ketua
3. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas sebagai wakil ketua
4. Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto sebagai sekretaris
5. Profesor Emil Salim sebagai anggota
6. Profesor I Gede Wenten sebagai anggota
7. Bambang Kesowo sebagai anggota
8. Profesor Adi Utarini sebagai anggota
9. Profesor Marsudi Wahyu Kisworo sebagai anggota
10. Tri Mumpuni sebagai anggota

Jokowi Resmi Lantik Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)Jokowi Resmi Lantik Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada nusa dan bangsa. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Jokowi memandu sumpah.

Tugas BRIN

Penjelasan soal BRIN tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Di Perpres ini tertuang soal pengertian, teknis pejabat Dewan Pengarah hingga anggotanya, dan unsur pelaksananya.

BRIN merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden dalam menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran dan penyelenggaraan keantariksaan yang terintegrasi.

BRIN bertugas membantu presiden dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran dan penyelenggaraan keantariksaan secara nasional yang terintegrasi, serta melakukan monitoring, pengendalian, dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi BRIDA, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Fungsi BRIN terkait pelaksanaan tugas termaktub dalam pasal 4.

Simak selengkapnya di halaman berikut