Round-Up

Nasihat untuk Baim Wong dan Simpati ke Kakek yang Dimarahi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 22:24 WIB
Pengusaha asal Kaltim terbang ke Jakarta untuk menemui kakek yang viral dimarahi Baim Wong. (dok Istimewa)
Foto: Pengusaha asal Kaltim terbang ke Jakarta untuk menemui kakek yang viral dimarahi Baim Wong. (dok Istimewa)

Hal yang sama diungkap Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. Dia menilai Baim Wong sebagai manusia biasa pasti tak lekang dari kesalahan. Baim pun diminta segera meminta maaf secara langsung kepada kakek tersebut. "Oleh karena itu, siapa pun yang membuat kesalahan, termasuk dalam hal ini, misalnya Baim Wong atau siapa pun orangnya, maka sebaiknya dia meminta maaf," ujar Anwar.

Anwar tidak tahu persis apa yang membuat Baim Wong memarahi kakek tersebut. Tapi, yang pasti, Anwar meyakini bahwa ada latar belakang yang membuat Baim marah terhadap kakek itu.

Pengajar dan peneliti sosial vokasi Universitas Indonesia, Dr Devie Rahmawati MHum, memberi saran untuk Baim terkait konten kontroversial itu. Devie mengatakan seseorang content creator seperti Baim Wong seharusnya membuat konten yang isinya menginspirasi atau mengedukasi penonton konten itu. Terkait dengan konten Baim, Devie menilai Baim salah menyampaikan pesan kepada penonton.

"Jadi dalam komunikasi rumusnya bukan hanya kontennya, channel-nya, tapi juga konteksnya, caranya. Jadi komunikasi yang baik, konten dan isinya baik, dan disalurkan yang tepat, ketiga konteksnya gimana cara menyampaikannya," katanya.

Dengan adanya masalah Baim Wong ini, Devie berharap UU Perlindungan Data Pribadi segera disahkan. Devie mengatakan, jika UU itu disahkan, setiap content creator tidak bisa sembarang mengambil gambar.

Diketahui, dalam konten Baim Wong itu terlihat wajah kakek-kakek yang dimarahi Baim Wong. Dalam video itu, tim YouTube Baim Wong terlihat menyorot wajah kakek tanpa izin lebih dahulu.

"Kalau di luar negeri, udah ada hukum tentang perlindungan data pribadi, bahkan di luar negeri jauh sebelum ada ruang digital, Anda tidak boleh sembarangan memfoto orang lain, karena itu data pribadi orang lain. Di Indonesia karena memang belum ada, sehingga itu menjadi suatu hal yang hampir dilakukan oleh siapa pun. Pelajaran dari sini, nanti ketika sudah diketuk palu UU Perlindungan Data Pribadi, ini sebenarnya visual wajah seseorang sebenarnya tidak boleh ditampilkan tanpa seizin orang tersebut," tutur Devie.