Round-Up

Nasihat untuk Baim Wong dan Simpati ke Kakek yang Dimarahi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 22:24 WIB
Pengusaha asal Kaltim terbang ke Jakarta untuk menemui kakek yang viral dimarahi Baim Wong. (dok Istimewa)
Foto: Pengusaha asal Kaltim terbang ke Jakarta untuk menemui kakek yang viral dimarahi Baim Wong. (dok Istimewa)
Jakarta -

Sikap artis Baim Wong memarahi kakek-kakek yang memintanya membeli dagangannya menuai kecaman. Baim Wong dinasihati, sang kakek yang dimarahi banjir simpati.

Suhud Arif, (70), nama lengkap si kakek yang dimarahi Baim Wong. Versi Baim Wong, perilaku kakek tersebut yang membuatnya tak nyaman. Terlebih sang kakek disebutnya mengabaikan keselamatan dan cara berbicaranya yang dianggap Baim Wong sudah di luar batas.

"'Baim, minta uang dong, minta uang.' Dan dia lakuin itu di atas motor yang lagi berjalan, bukan berhenti," kata Baim Wong seperti dirangkum Rabu (13/10/2021).

Hal itu dinilai Baim Wong tidak sopan. Termasuk juga sangat mengabaikan keselamatan. Baim Wong mengatakan dirinya saat itu sudah sangat ingin marah.

"Terlihat sangat-sangat tidak sopan cara mintanya. Itu saja sebenarnya saya sudah mau marah karena dia minta uang di tengah jalanan saat motor lagi jalan dan saya lagi sama Kiano. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang mau disalahkan? Itu sangat di luar batas dan bahaya," tuturnya.

"Saya bilang, 'Nggak, Pak. Jangan kayak gini caranya.' Dan itu saya utarakan dengan sopan cara bilangnya. Tidak dengan marah-marah," jelas Baim Wong.

Terlepas dari penjelasan Baim Wong, sikap marah-marah tersebut dinilai masyarakat salah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menasihati Baim Wong agar sabar karena itulah sifat mulia. "Mungkin dia lagi kesal sama kakek tersebut yang bolak-balik meminta, sehingga kesal pada kakek tersebut. Di samping mungkin dia mungkin sedang galau tentang sesuatu," kata Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Abdullah Jaidi, kepada wartawan.

Dia menilai mestinya Baim bersabar menghadapi kakek tersebut. Tapi Jaidi memaklumi Baim sebagai manusia biasa tidak bisa mengendalikan emosi.

"Di dalam Al-Qur'an difirmankan bahwa orang yang mulia itu adalah yang dapat mengendalikan emosi amarahnya/bersabar dan pandai memberikan maaf. Dan Nabi SAW bersabda: Orang yang kuat/sukses itu adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya dan berbuat amal untuk sesudah kematian menghadap Allah SWT," ucapnya.