Menkes Sorot Rendahnya Vaksinasi di Sumbar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 19:31 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Dok. detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat Sumatera Barat (Sumbar) merupakan salah satu dari tiga provinsi dengan realisasi target vaksinasi COVID-19 rendah. Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta agar realisasi vaksinasi Corona di Sumbar ditingkatkan.

"Kalau saya lihat, di Sumbar, target yang divaksinasi ada 4,4 juta. Yang sudah divaksinasi dosis pertama 1,1 juta, dosis kedua sekitar 560 ribu. Jadi saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi. Ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain," kata Menkes seperti dilansir di situs Kemenkes, Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan data Kemenkes per 10 Oktober 2021, dari total 4.408.509 (4,4 juta) sasaran vaksinasi di Sumbar, baru 1.114.877 (1,1 juta) orang atau 25,29 persen yang telah vaksinasi dosis pertama dan 568.327 (568 ribu) orang atau 12,89 persen yang sudah mendapatkan dosis kedua.

Tak dapat dimungkiri, salah satu faktor penyebab serapan vaksinasi rendah ialah karena masih adanya keraguan, kekhawatiran, bahkan ketakutan di tengah masyarakat mengenai vaksin COVID-19. Padahal, pemberian vaksin COVID-19 memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan COVID-19, serta mencegah mutasi baru dari COVID-19.

Selain itu, vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada masyarakat sudah melalui serangkaian pengujian ketat, sehingga dipastikan aman, bermutu, dan berkhasiat.

Menurut Menkes, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menggenjot target vaksinasi dimulai dengan meyakinkan diri sendiri terhadap vaksinasi COVID-19. Langkah selanjutnya, meyakinkan orang terdekat, seperti anggota keluarga, teman, dan tetangga mengenai manfaat vaksinasi serta dampak dari pemberian vaksin COVID-19.

"Saya harapkan yang sudah divaksinasi mengajak orang-orang terdekatnya juga untuk divaksin, karena itu penting. Semakin banyak yang divaksin, makin naik antibodinya, tingkat keparahan akan turun," tutur Budi.

Selain menggencarkan vaksinasi, Menkes berpesan agar kegiatan 3T, yakni tracing, testing, dan treatment, serta penegakan 3M juga diperkuat, sebagai bagian untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat.

"Vaksinasi dipercepat, prokes dijalankan, surveilans dipercepat, itu yang perlu kita siapkan sebelum Januari," tutup Menkes Budi.

(zak/tor)