Bebas Usai Dapat Amnesti, Saiful Mahdi Harap Presiden-DPR Revisi UU ITE

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 18:03 WIB
Banda Aceh -

Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, Saiful Mahdi, bebas setelah mendapatkan amnesti dari Presiden Jokowi. Saiful bersyukur dan berterima kasih kepada pendukungnya.

Saiful keluar dari penjara Lapas Banda Aceh sekitar pukul 16.30 WIB. Dia keluar penjara ditemani istrinya, Dian Rubianty, serta dijemput pendukung dan koleganya.

"Syukur alhamdulillah saya bebas hari ini, terima kasih untuk semuanya, untuk teman-teman koalisi yang telah mendukung sehingga keluar amnesti ini," kata Saiful kepada wartawan di Lapas Banda Aceh, Rabu (13/10/2021).

Saiful menyebut, selain dia, ada puluhan orang yang masih diadili gara-gara disebut melanggar UU ITE. Bahkan ratusan orang disebut masih diperiksa dengan undang-undang tersebut.

"Ada 24 orang yang sedang dalam proses pengadilan, ratusan orang masih diperiksa menggunakan pasal-pasal UU ITE," sebut Saiful.

Untuk itu, dia berharap pemerintah merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Kita berharap agar presiden dan DPR segera merevisi UU ITE, karena banyak saudara-saudara kita yang tersangkut kasus UU ITE," ujarnya.

Diketahui, Saiful mendekam di Lapas Banda Aceh sejak 2 September lalu. Dia dieksekusi Kejari Banda Aceh setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung.

Dalam persidangan, Saiful Mahdi divonis 3 bulan penjara setelah divonis bersalah dalam kasus UU ITE gara-gara memposting kritik di grup WhatsApp yang berisi ratusan dosen Unsyiah.

Putusan MA menguatkan putusan PN Banda Aceh. Saiful dinyatakan bersalah terkait UU ITE dan dihukum 3 bulan penjara serta denda Rp 10 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Presiden Jokowi kemudian meneken keppres tentang pemberian amnesti kepada dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Saiful Mahdi. Keppres itu selanjutnya dikirim ke Mahkamah Agung hingga Jaksa Agung.

"Oleh karena itu, hari ini tadi Bapak Presiden menandatangani keppres untuk amnesti Saudara Saiful Mahdi. Jadi hari ini pula kami akan mengirimkan keppres amnestinya Saudara Saiful Mahdi ini kepada Mahkamah Agung, kepada Jaksa Agung, dan kemudian ke yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," kata Mensesneg Pratikno dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (12/10).

(agse/eva)