Biang Kerok Tawuran di Jakpus Ditangkap Usai Curi Motor, Ternyata Residivis

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 13:34 WIB
Polisi tangkap provokator tawuran di Jakarta Pusat
Polisi menangkap provokator tawuran di Jakarta Pusat. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang provokator tawuran antarwarga berinisial JK (27), yang kerap terjadi di Kwitang dan Kali Pasir, Jakarta Pusat. JK ditangkap karena diduga sering menjadi provokator tawuran di lokasi tersebut.

"Polsek Senen berhasil amankan 1 tersangka yang diduga sebagai provokator terjadinya tawuran antara Kali Pasir dan Kwitang. Pelaku ini atas nama JK (27) ditangkap setelah adanya info dari masyarakat bahwa JK yang lakukan provokator pada warga Kwitang dan Kali Pasir sehingga terjadi tawuran," ujar Wakapolres Polres Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto dalam konferensi pers, Rabu (13/10/2021).

Diketahui tawuran tersebut terjadi pada Minggu (3/10) di wilayah Kwitang, Jakarta Pusat. Setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap JK, polisi mendapati bahwa JK juga mencuri satu unit kendaraan bermotor.

"Jadi hal menarik bahwa setelah pengamanan kita dapatkan kendaraan yang dibawa saudara JK di dalamnya juga ada kunci T dan setelah diinterogasi itu hasil pencurian. Jadi pas diamanin kita juga amankan satu kendaraan motor yang juga dicuri oleh JK," kata Setyo.

Pada saat pemeriksaan, JK mengaku kepada polisi telah melakukan pencurian kendaraan bermotor sebanyak lima kali. Motif dia melakukan pencurian tersebut adalah untuk balas dendam.

"Jadi dia rusak CCTV kemudian dia ambil kendaraan bermotor warga. Itu modusnya dia tapi ini masih kita kembangkan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Reskrim Polsek Senen AKP Bambang Santoso menyebut jika dia juga seorang residivis dari dua kasus yang berbeda.

"Memang kalo Polsek Senen sudah nggak asing lagi karena sudah dua kali (ditangkap). Pertama kasus sajam yang kedua kasus pencurian," kata Bambang.

Polisi tangkap provokator tawuran di Jakarta PusatPolisi tangkap provokator tawuran di Jakarta Pusat. (Karin Nur Secha/detikcom)

Dalam melakukan tindak pencurian, JK biasanya mengincar motor-motor matik yang mudah dibobol. Nantinya JK menjual motor hasil curian tersebut secara 'pretelan'.

"Ya (dijual eceran), setelah mendapat. Biasanya pelaku langsung menghubungi untuk menjual kemudian dateng, transaksi terus dibawa. Ya dijual sekitar Rp 3 jutaan per unit," jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit sepeda motor, satu lembar STNK motor, satu alat pencongkel motor dan satu buah kontak kunci motor.

JK dikenakan Pasal 363 terkait tindak pidana pencurian dengan maksimal hukuman 7 tahun penjara.

(ain/mea)