Jejak Konflik Rocky Gerung-Sentul City: Diwarnai Perusakan, Berujung Damai

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 12:58 WIB
Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan jaksa untuk menjadi saksi di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet.
Rocky Gerung (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Perselisihan Rocky Gerung dengan Sentul City terkait sengketa tanah berakhir damai. Sebelum menemui titik damai, ada sejumlah masalah yang terjadi berkaitan dengan lahan.

Masalah lahan berawal dari somasi PT Sentul City terhadap Rocky Gerung. Pihak Rocky Gerung diminta mengosongkan lahan dan membongkar rumahnya di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Ada dua surat somasi yang dikirimkan Sentul City kepada Rocky Gerung. Isinya, meminta Rocky Gerung mengosongkan tanah dan membongkar rumahnya.

Rocky pun melawan. Perlawanan itu dilakukan lantaran ada 6.000 orang yang dia klaim bernasib sama dengannya. Rocky bahkan mengadukan permasalahan itu ke Komnas HAM. Sejumlah peristiwa sempat terjadi karena perselisihan terkait lahan itu, di antaranya sebagai berikut:

Kantor Desa Bojong Koneng Dirusak

Kisruh sengkarut lahan warga dan PT Sentul City semakin runcing. Sejumlah warga bahkan merusak gedung kantor Desa Bojong Koneng di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Massa merusak area depan gedung hingga ruangan kantor kepala desa.

Pantauan detikcom di kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, terlihat kaca di bagian depan gedung tersebut bolong imbas dirusak warga. Serpihan kaca pun masih berserakan di lokasi.

Bahkan sejumlah pot bunga di depan gedung pun dirusak massa yang marah. Masuk ke dalam area gedung, sisa-sisa kerusakan masih berserakan.

Ruangan kepala desa juga menjadi sasaran amuk warga. Meja di ruangan tersebut dirusak oleh massa. Serpihan kaca-kaca pun masih berada di lokasi.

Petugas Linmas di kantor Desa Bojong Koneng, Syahrir, mengatakan massa yang merusak gedung desa berjumlah puluhan orang. Dia tidak memastikan jumlah massa karena bergegas menyelamatkan diri.

"Saya kurang tahu (jumlah massa), orang saya langsung keluar ya. Ngeri, kan," kata Syahrir saat ditemui detikcom di lokasi, Minggu (3/10).

Syahrir mengaku saat itu tidak ada petugas desa yang bertugas. Kegiatan di gedung hanya diisi ibu-ibu posyandu dan dihadiri langsung oleh istri lurah setempat. Menurut Syahrir, tidak ada korban luka dari perusakan yang dilakukan oleh massa. Barang-barang di lokasi pun hingga saat ini disebut tidak ada yang digondol oleh warga.

Kuasa hukum Rocky Gerung dan warga Bojong Koneng, Nafirdo Ricky, menjelaskan tindakan warga yang merusak kantor Desa Bojong Koneng. Dia menyebut tindakan itu bermula dari mulai adanya upaya penggusuran yang dilakukan pihak Sentul City terhadap lahan warga.

"Kedatangan warga ke kantor desa itu adalah dipicu karena dari hari Jumat kemarin, dari pihak Sentul dan kemungkinan juga ada kepala desa melakukan pengukuran. Namun udah dicegat sama warga," kata Nafirdo.

"Namun kemudian pada hari Sabtu sekitar jam 10-11-an itu, buldoser Sentul gerak lagi. Itu lahannya Pak Sudianto namanya itu diratakan oleh pihak Sentul City bersama pasukannya itu. Kita nggak tahu pasukannya itu dari mana, cuma jumlahnya lebih banyak dari warga," tambahnya.

Warga yang terdesak kemudian mendatangi kantor Desa Bojong Koneng untuk meminta bantuan. Namun Nafirdo mengatakan, saat didatangi oleh warga, pihak lurah justru melarikan diri sehingga menyulut emosi warga yang datang.

Respons Sentul City atas Perusakan

Sementara itu, PT Sentul City buka suara soal massa yang melakukan perusakan kantor Desa Bojong Koneng. Head of Corporate Communication PT Sentul City, David Rizar Nugroho, menegaskan pihaknya menggusur tanah garapan milik warga pendatang yang mendirikan bangunan liar di atas tanah milik Sentul City.

"Kami tegaskan bahwa kami tidak membuldoser rumah warga asli Bojong Koneng. Yang kami kejar adalah warga pendatang yang menguasai tanah garapan dari mafia tanah dan mereka mendirikan bangunan liar di atas tanah kami," kata David Rizar.

David menyebut penggusuran lahan di Gunung Batu Kidul, Bojong Koneng, telah berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat. David mengatakan pihaknya telah mendapat dukungan dari desa maupun warga setempat.

Saat itu, David menuding ada warga di luar Kampung Gunung Batu yang ikut campur untuk melakukan penolakan terhadap penggusuran lahan ini. Menurutnya, PT Sentul City belum melakukan pengukuran tapal batas di Kampung Gunung Batu, Bojong Koneng.

Menurutnya, aksi perusakan fasilitas kantor Desa Bojong Koneng oleh massa. Menurut David, tindakan itu sudah melawan hukum.