Jejak Konflik Rocky Gerung-Sentul City: Diwarnai Perusakan, Berujung Damai

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 12:58 WIB
Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan jaksa untuk menjadi saksi di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet.
Rocky Gerung (Lamhot Aritonang/detikcom)

1 Warga Jadi Tersangka

Terkait peristiwa ini, polisi sudah menetapkan satu warga sebagai tersangka kasus perusakan kantor Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor. Warga itu ditahan di Polres Bogor.

"Sudah, satu orang ditahan, (warga) Bojong koneng," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Handreas Ardian kepada wartawan, Rabu (6/10).

Satu warga itu dijerat Pasal 170 KUHP. Kapolres Bogor AKBP Harun juga mengungkapkan warga yang merusak kantor Desa Bojong Koneng adalah warga RW 8, diketahui warga yang bersengkata dengan PT Sentul City adalah warga RW 11.

"Ya warga Bojong Koneng, saya spesifik ke RW, karena sama-sama Bojong Koneng. Letak ini di RT/RW 11 letak yang diolah lahannya Sentul City ini. Ini warga RW 08. Jadi yang mau mendemo ini siapa, lahan yang diinikan ini siapa. Tidak ada kaitannya sama sekali," kata Kapolres Bogor AKBP Harun di Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Senin (4/10).

Harun menerangkan tanah yang digusur oleh Sentul City pada saat Sabtu (2/10) terjadi di RT 1 RW 11. Namun tidak ada warga di RT tersebut yang mendatangi, apalagi merusak kantor desa.

Kades-Warga Damai Terkait Perusakan Kantor

Terkait perusakan kantor desa ini, Kepala Desa Bojong Koneng Rusdi Anwar sempat melapor ke Polres Bogor. Namun ternyata kini kasus itu berujung damai.

Kuasa hukum Desa Bojong Koneng, Afdhal Muhammad, menerangkan mulanya Rusdi melaporkan kasus perusakan kantornya itu ke Polres Bogor. Afdhal menyebut laporan itu langsung diproses oleh polisi dan dalam tahap penyelidikan.

Keesokan harinya, kata Afdhal, kepala desa dan warga Bojong Koneng dikumpulkan oleh tokoh masyarakat setempat untuk mediasi terkait permasalahan ini. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

"Nah, jadi singkat cerita pada hari Minggu itulah, pertemuan antara para pihaklah, antara pihak yang dari kelurahan, dari kantor desa, Pak Lurah, Pak Kades, dengan pihak-pihak yang melakukan penyerangan tersebut. Nah, tercapailah kata kesepakatan, kesepakatan damai untuk diselesaikan secara musyawarah dan mufakat kesalahpahaman tersebut," tuturnya.

Karena itu, Rusdi mencabut laporan perusakan kantor desa itu. Pencabutan laporan itu dilakukan agar permasalahan tidak makin rumit.