Pemerintah Matangkan Skema Akses Data Jemaah Umrah di PeduliLindungi

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 12:50 WIB
Mecca , Saudi Arabia , Oct/22/2020 - Pilgrims circle the Kaaba at Masjid al-Haram - umrah Fewer Muslims people socially distanced corona virus wearing face mask Covid 19
Foto: iStock
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar rapat dalam rangka persiapan teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Keduanya diketahui membahas skema akses data jemaah umrah pada aplikasi PeduliLindungi, agar dapat dibaca oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat penyelenggaraan ibadah umrah nanti.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin menjelaskan rapat bersama pada Selasa (12/10) digelar sebagai lanjutan dari pertemuan pertama beberapa hari yang lalu guna memastikan kesiapan penyelenggaraan jika akses jemaah Indonesia untuk beribadah umrah sudah dibuka oleh Arab Saudi.

Menurutnya, salah satu kesiapan utama yang harus dipastikan ialah aspek akses data dan penggunaan aplikasi. Sebab, teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi banyak memanfaatkan layanan sistem informasi.

"Alhamdulillah, hari ini kita sampai pada kesepakatan, Kemenkes setuju untuk membuka data pada aplikasi PeduliLindungi dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah umrah," terang Nur Arifin dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (13/10/2021).

"Kemenkes akan menyediakan fasilitas website tertentu bagi publik untuk dapat mengakses data sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi, saat QR Code dilakukan scanning," imbuhnya.

Menurutnya, teknis pembukaan akses data ini akan ditindaklanjuti bersama antara Kemenkes dengan Kemenag. Ia mengungkap ada dua alternatif skema yang muncul dalam pertemuan kali ini. Pertama, alternatif QR Code dicetak manual dan dibawa masing-masing jemaah. Kedua, QR code dimasukkan dalam aplikasi Siskopatuh dan akan dicetak pada kartu identitas jemaah umrah.

Ia menilai kedua alternatif ini dipertimbangkan untuk memudahkan pembacaan data saat dipindai (scan) oleh otoritas Arab Saudi saat kedatangan di bandara Arab Saudi.

"Dua skema ini akan kita matangkan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini," tuturnya.

"Dalam rapat juga diinformasikan bahwa saat ini Kemenkes RI sedang berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait integrasi data PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakalna," tandasnya

(akn/ega)