Update Terbaru Kasus Pedagang di Sumut Dipukul Preman Malah Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 10:41 WIB
Pertemuan di Polda Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Pertemuan di Polda Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Kasus pedagang dipukul preman malah ikut jadi tersangka di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) terus berlanjut. Begini perkembangan terbaru kasusnya.

Dugaan pemukulan ini mencuat usai video seorang wanita ditendang pria di Pajak Gambir, Deli Serdang, viral. Belakangan, wanita itu diketahui berinisial LG dan pria diduga menendangnya berinisial BS.

Dalam video viral itu, terlihat LG berada di depan salah satu lapak di area pasar. LG tampak sempat bergerak ke arah si pria diduga preman. Pria itu kemudian menghindar dan LG tampak terjatuh serta berteriak.

Pria diduga preman itu tampak menendang LG. Selain itu, terdengar dua suara seperti hantaman ke tubuh seseorang disertai teriakan seorang wanita. Peristiwa itu diduga terjadi pada 5 September 2021.

Setelah video viral, polisi menangkap BS. Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu, mengatakan pria itu telah mengakui perbuatannya saat diinterogasi polisi.

"Sudah kita amankan itu pelakunya ya. Satu orang," ujar Janpiter, Selasa (7/9/2021).

"Dia mengaku melakukan itu sendirian," sambungnya.

Pedagang Ikut Jadi Tersangka

Kasus rupanya tak berhenti setelah BS ditangkap. BS melaporkan LG karena merasa dirinya juga dipukul oleh si pedagang itu. Polisi melakukan penyelidikan lalu menetapkan LG sebagai tersangka.

"Masing-masing kedua belah pihak membuat laporan ke SPKT Polsek Percut Sei Tuan," ucap AKP Janpiter saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/10/2021).

Janpiter menyebut BS dan LG diduga saling pukul saat peristiwa itu terjadi. Janpiter mengatakan BS melaporkan dua orang, yakni LG dan TH. Sementara, LG melaporkan tiga orang yakni BS, DD dan FR.

"Kedua laporan tersebut sudah terpenuhi dan mencukupi dua alat bukti yang sah. Sekarang dalam proses pemeriksaan," ujar Janpiter.

Dalam surat panggilan terhadap LG, tertera jelas status tersangka terhadap LG. Surat itu menyebut LG sebagai tersangka dan dijerat pasal 170 subs pasal 351 ayat (1) KUHP.

Pedagang Jadi Tersangka Tuai Kritikan

Penetapan LG sebagai tersangka ini menuai kritik dari berbagai pihak. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mempertanyakan penetapan tersangka pedagang yang dipukul oleh preman itu.

Dia menilai Polsek Percut Sei Tuan harusnya tidak cuma mengejar unsur pidana. Dia mengatakan penyidik harusnya melihat niat dari perbuatan LG dan BS dalam peristiwa yang viral itu.

"Seharusnya pihak Polsek Percut Sei Tuan cq penyidik tidak melulu mengejar unsur pasal melainkan harus melihat niat dari perbuatannya. Apakah ada niat jahat (mens rea) dari LG atau tidak. Bisa saja kita duga LG melakukan pemukulan atau perbuatan lain, tapi bisa saja perbuatan itu bermaksud membela diri," ucap pengacara publik LBH Medan, Maswan Tambak.

"Kalau keadaannya demikian tentu penetapan tersangka terhadap LG tidak tepat," imbuhnya.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) juga mengkritik penetapan tersangka terhadap LG. APPSI mengaku akan menyurati Polda Sumut hingga Polri terkait masalah ini.

"Menyayangkan langkah Kapolsek yang menjadikan (LG) langsung tersangka," Kata Wakil Ketua APPSI, Ihwan Ritonga, kepada wartawan, Jumat (8/10).

Komisi A DPRD Sumut mengatakan bakal menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait masalah ini. Komisi A DPRD Sumut mengatakan salah satu pihak yang bakal dipanggil adalah Kapolda Sumut (Kapoldasu).

"Insyaallah, kita Komisi A akan menjadwalkan untuk di-RDP-kan. Karena beberapa anggota legislatif Komisi A meminta pada saya selaku (Ketua) Komisi A untuk menjadwalkan RDP di Komisi A," kata Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, kepada wartawan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Simak juga Video: Video 'Preman' Tengil Palak Sopir Truk di Jambi Ternyata...

[Gambas:Video 20detik]