Kapan Hari Maulid Nabi Muhammad? Simak Agar Tak Keliru

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 10:40 WIB
Kalender tahunan. dikhy sasrailustrasidetikfoto
Kapan Hari Maulid Nabi Muhammad? Simak Agar Tak Keliru -- ilustrasi (Foto: detikcom/Dikhy Sasra)
Jakarta -

Kapan Hari Maulid Nabi Muhammad banyak dicari tahu belakangan ini. Beberapa waktu lalu pemerintah mengumumkan pergeseran hari libur nasional, salah satunya adalah hari libur Maulid Nabi Muhammad.

Bergesernya hari libur ini tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. SKB itu diteken pada 18 Juni 2021.

Lalu kapan Hari Maulid Nabi Muhammad? bagaimana dengan hari liburnya? detikcom merangkum informasi lengkapnya berikut ini.

Kapan Hari Maulid Nabi Muhammad: Tetap 12 Rabiul Awal

Kementerian Agama (Kemenag) menjawab kebingungan masyarakat soal kapan hari Maulid Nabi Muhammad tahun ini. Peringatannya akan tetap dilaksanakan pada 12 Rabiul Awal. Sementara yang dilakukan pemerintah hanyalah menggeser hari liburnya saja demi mengantisipasi klaster baru COVID-19.

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021. Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag.

Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz juga menjelaskan jika hari libur Maulid Nabi Muhammad tidak digeser dan tetap dilakukan pada 19 Oktober 2021, ada potensi masyarakat akan mengambil cuti pada hari sebelumnya, yakni Senin, 18 Oktober 2021. Menurutnya, jika terjadi, bisa muncul potensi kerumunan masyarakat.

"Karena kita melihat kalau kemudian hari libur itu ditetapkan pada tanggal sebelumnya (tanggal 19), maka akan berpotensi ada satu jeda hari yang kosong sehingga mungkin bisa dimungkinkan masyarakat mengambil cuti sehingga hari libur menjadi lebih panjang, jadi tanggal 19 Oktober, bertepatan hari Selasa itu, nah jadi kalau ada hari masuk sebelumnya (Senin) 18 Oktober bisa jadi dijadikan hari ambil cuti sehingga liburnya menjadi panjang," jelasnya.

"Nah kalau kemudian libur menjadi panjang, maka kemudian akan terjadi kerumunan di tempat wisata dan segala macamnya lah, sehingga kita antisipasi agar tidak terjadi," lanjutnya.

Selain hari libur Maulid Nabi, ada sejumlah pergeseran hari libur dan perubahan cuti bersama yang juga ditetapkan dalam SKB 3 Menteri tersebut. Seperti tahun baru Hijriah 1 Muharram, yang bertepatan pada 10 Agustus 2021 namun tanggal merahnya diubah menjadi 11 Agustus 2021. Ada pula cuti bersama Hari Raya Natal, yang awalnya ditetapkan pada 24 Desember, akhirnya diputuskan untuk ditiadakan.

Kapan Hari Maulid Nabi Muhammad: Kritik Ketua MUI

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis mengkritik keputusan pemerintah menggeser hari libur Maulid Nabi Muhammad. Keputusan yang dimaksudkan untuk membatasi mobilitas masyarakat dinilai sudah tak relevan lantaran kasus COVID-19 mulai menurun. Bahkan sejumlah kegiatan sudah diizinkan.

"Saat WFH dan COVID-19 mulai reda, bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan," kata Cholil dalam akun Twitter-nya, @cholilnafis (ejaan sudah disesuaikan), Senin (11/9).

Cholil juga menyebut hari libur harusnya mengikuti hari besar keagamaan. Bukan malah sebaliknya.

"Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati hari besar keagamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK, bukan HBK yang mengikuti hari libur. Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum HBK, berarti bonus, karena kita memang selalu libur," papar dia.

Baca selengkapnya soal kapan Hari Maulid Nabi Muhammad di halaman selanjutnya.