Merapi, Abad 10 Hingga 2006
Senin, 17 Apr 2006 10:37 WIB
Jakarta - Gunung Merapi yang terletak di Yogyakarta-Jawa Tengah saat ini berstatus siaga karena aktivitasnya kian meningkat. Lokasi pengungsian telah disiapkan.Masyarakat juga ronda 24 jam dan diwajibkan membeli kentongan sebagai sarana komunikasi. Hewan liar disebut-sebut juga telah 'turun gunung'.Akankah Merapi meletus lagi tahun ini? Berikut ini adalah kronologi letusan Gunung Merapi seperti dilansir www.vsi.esdm.go.id:1) Letusan 1672, meninggal 3000 orang, luka tidak ada2) Letusan 1822, meninggal 100 orang, luka tidak ada3) Letusan 1832, meninggal 32 orang, luka tidak ada4) Letusan 1872, meninggal 200 orang, luka tidak ada5) Letusan 1904, meninggal 16 orang, luka tidak ada6) Letusan 1920, meninggal 35 orang, luka tidak ada7) Letusan 1930, meninggal 1.369 orang, luka tidak ada8) Letusan 1954, meninggal 64 orang, luka 57 orang9) Letusan 1961, meninggal 6 orang, luka tidak ada10) Letusan 1969, meninggal 3 orang, luka tidak ada11) Letusan 1976, meninggal 29 orang akibat lahar, luka 2 orang12) Letusan 1994, meninggal 66 orang, luka 6 orang13) Letusan 1997, meninggal tidak ada, luka tidak ada14) Letusan 1998, meninggal tidak ada, luka tidak ada15) Letusan 2001, meninggal tidak ada, luka tidak ada16) 15 April 2006, status Waspada Merapi ditingkatkan menjadi Siaga. Status tertinggi Merapi adalah Awas Merapi.Di luar daftar itu, Van Bemmelen (1949) dalam bukunya The Geology of Indonesia menyatakan Merapi pernah meletus secara dahsyat pada tahun 1006.Di sisi lain, berbagai penelitian telah dilakukan, hasilnya menunjukkan, Merapi memang sangat aktif dan kerap meletus sejak dahulu kala, termasuk pada sekitar abad ke 10 hingga 13.
(nrl/)











































