Deretan Kasus Open BO yang Bikin Geger

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:45 WIB
Seorang pemuda berusia 23 tahun, Aulia Rafiqi, beberapa hari lalu melapor dibegal komplotan yang mengaku polisi di Banjir Kanal Timur (BKT), Pondok Kopi, Jaktim. DIketahui pengakuan Rafiqi bohong. Dia ternyata terlibat cekcok dengan pelaku Open BO.
Aulia Rafiqi yang membuat laporan palsu padahal open BO. (Dok. Istimewa)

4. Banyuwangi

Ada lagi pria yang memesan wanita open BO tetapi yang didapat malah waria. Sialnya lagi, ia harus kehilangan HP dan uang jutaan rupiah setelah dipukuli waria tersebut.

Korban adalah ES, warga Banyuwangi. Pria 32 tahun itu menggunakan jasa MiChat saat hasratnya sudah tak kuat. Lewat aplikasi tersebut, korban deal Rp 1,5 juta dengan perempuan yang fotonya terlihat cantik di dalam aplikasi. Mereka janjian di sebuah hotel di Jalan Basuki Rahmat.

Saat membuka pintu kamar hotel dan masuk, korban kaget karena wajah di dalam kamar bertolak belakang dengan wajah di aplikasi. Korban tahu jika wajah itu adalah wajah waria. Dan tidak hanya satu, ada tiga waria di dalam kamar.

Korban pun akhirnya mengurungkan niatnya karena tidak sesuai dengan deal di awal. Namun para waria tersebut tak sepakat. Mereka langsung mengeroyok, memukuli korban. HP dan uang Rp 1,5 juta sukses dirampas. Korban pun lapor polisi.

Polisi akhirnya menangkap para waria tersebut. Mereka adalah AP (24), D (23), dan MA (27).

Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno mengatakan dari hasil pendalaman yang dilakukan oleh penyidik, para pelaku sudah dua kali melakukan aksi yang sama.

"Pengakuannya sudah dua kali, ngakunya di Surabaya semuanya," kata Sutrisno.

5. Bekasi

Terbaru ialah kasus yang menimpa Aulia. Aulia awalnya mengaku ditodong celurit hingga disetrum kawanan begal di BKT Pondok Kopi, Jakarta Timur. Aulia menyebut handphone dan uang ludes dibawa para pelaku.

Dalam pengakuan awalnya, Aulia baru pulang dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, hendak ke rumah kakaknya di Bekasi pada Rabu (6/9/2021) dini hari. Ia pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah sang kakak dengan menebeng kendaraan warga yang melintas.

"Saya kan nggak ada kendaraan, nebeng-nebeng orang, terus nyambung-nyambung minta tolong aja," ujar Aulia saat dihubungi Kamis (7/10).

Aulia mengaku dibegal di BKT Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Rabu (6/10), sekitar pukul 01.00 WIB. Dia baru dilepaskan oleh para pelaku sekitar pukul 04.00 WIB.

Polisi pun langsung bergerak menindaklanjuti laporan dari Aulia. Namun rupanya laporan dari Aulia itu palsu. Aulia berbohong.

Hasil pemeriksaan pelapor dan penyelidikan di lokasi yang telah dilakukan, terungkap bahwa Aulia memberikan keterangan palsu. Dari video yang diterima detikcom, Aulia mengakui laporannya palsu.

"Dengan ini menyatakan bahwa laporan yang saya buat di Polres Metro Jakarta Timur bahwa saya dibegal dan disetrum oleh orang yang mengaku polisi adalah bohong atau hoax," kata Aulia dalam keterangan video yang diterima detikcom, Sabtu (9/10/2021).

Aulia kemudian menjelaskan kronologi awal dari laporannya tersebut. Dia menyebut saat itu awalnya melakukan open booking online (BO) seorang perempuan lewat aplikasi MiChat.

Keduanya kemudian bertemu di sebuah apartemen di daerah Bekasi. Namun kedua pihak kemudian berseteru karena adanya ketidaksesuaian tarif. Dari cekcok tersebut, muncul teman-teman dari pihak perempuan. Handphone dan uang Aulia lalu diambil oleh para pelaku.

Aulia kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas pembuatan laporan palsu. Polisi pun mengungkap motif Aulia melakukan aksi tersebut.

Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Ahmad Fanani mengatakan kasus ini berawal saat pelaku melakukan open booking online (BO) dengan perempuan lewat aplikasi MiChat. Namun, saat terjadi transaksi, Aulia Rafiqi ternyata tidak sanggup membayar tarif teman kencannya tersebut.

"Karena tersangka tidak sanggup membayar teman kencan, motor dan handphone diambil sehingga yang bersangkutan untuk melaporkan pada keluarga atau orang lain. Dia (mengaku) dibegal, maka bikin laporan palsu," kata Fanani kepada wartawan, Senin (11/10/2021).


(rdp/fjp)