Deretan Kasus Open BO yang Bikin Geger

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:45 WIB
Seorang pemuda berusia 23 tahun, Aulia Rafiqi, beberapa hari lalu melapor dibegal komplotan yang mengaku polisi di Banjir Kanal Timur (BKT), Pondok Kopi, Jaktim. DIketahui pengakuan Rafiqi bohong. Dia ternyata terlibat cekcok dengan pelaku Open BO.
Aulia Rafiqi yang membuat laporan palsu padahal open BO. (Dok. Istimewa)

2. Sleman

Kasus penipuan open BO juga pernah terjadi di Sleman. Sepasang kekasih berinisial LK (26) dan NA (19) diringkus jajaran Polsek Depok Barat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keduanya melakukan tindak penipuan dan penggelapan dengan modus cari korban lewat aplikasi kencan atau Open BO.

"Mereka ini pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan lintas wilayah. Korban-korbannya mayoritas penjaja open BO (PSK online). Nyari korban lewat aplikasi kencan online Tantan," kata Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Mahardian Dewo saat jumpa pers di Mapolsek Depok Barat, Sleman Rabu (17/3/2021).

Kedua pelaku, kata Dewo, memiliki peran masing-masing. Untuk tersangka laki-laki mencari korban yang merupakan PSK online. Sementara tersangka perempuan mencari korban laki-laki dengan dalih mau diajak kerja sama bisnis.

Kasus ini kemudian terungkap setelah ada beberapa korban melapor. Polisi kemudian menelusuri keberadaan keduanya. Dua tersangka akhirnya ditangkap di sebuah hotel di Sleman pada 17 Februari lalu.

Sejauh ini di Sleman tercatat ada tiga korban laki-laki. Sementara untuk wilayah lain, Dewo mengaku masih menunggu informasi dari Polres maupun Polda lainnya.

Pasangan kekasih asal Bandung, Jawa Barat, ini diduga hanya menggasak ponsel korban karena dianggap barang yang mudah dijual. Berdasarkan keterangan pelaku, mereka mengaku belajar kriminal dari ayah si LK. Uang hasil kejahatan mereka gunakan untuk bertahan hidup.

Keduanya kini telah ditahan oleh Polsek Depok Barat. Barang bukti yang diamankan berupa ponsel, dompet dan uang hasil penjualan ponsel. Mereka terancam Pasal 377 KUHPidana dan atau 373 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

3. Surabaya

Seorang pria di Surabaya juga pernah menjadi korban open BO. Pria ini memesan si wanita panggilan lewat aplikasi MiChat.

Pria yang jadi korban penipuan ini adalah KN (25). Sadar telah ditipu, KN segera melapor ke polisi. Peristiwa itu terjadi pada akhir Oktober tahun lalu.

Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno menjelaskan, kasus ini berawal saat korban mem-booking pelaku yang bernama Ifa (22) lewat aplikasi MiChat. Setelah melakukan deal harga, mereka bertemu di hotel yang sudah disepakati di Jalan Kusuma Bangsa.

Belum sempat melakukan hubungan badan, pelaku meminjam HP KN dengan alasan akan digunakan untuk mentransfer uang. KN pun tanpa curiga meminjamkan HP-nya.

"Setelah keduanya berada di dalam kamar hotel, pelaku pura-pura meminjam handphone milik korban dengan alasan untuk transfer ke bank. Setelah HP dibawa, pelaku langsung keluar hotel dan korban menunggu pelaku hingga lama, namun pelaku tidak kembali. Korban mencari serta menghubungi nomor telepon yang ada di MiChat, namun sudah off," ungkap Sutrisno kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Setelah 3 bulan buron, pelaku akhirnya dapat ditangkap. Pelaku ditangkap pada akhir Januari 2021. Pelaku dapat diamankan di hotel di wilayah hukum Polsek Genteng selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke polsek untuk proses penyidikan," beber Sutrisno.

Dari keterangan pelaku yang didapat oleh tim penyidik, pelaku merupakan seorang janda yang mengaku sudah dua kali melakukan penipuan dengan modus yang sama via MiChat.