Jouska Adalah Apa Sebenarnya? CEO-nya Kini Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 11:42 WIB
Jouska Adalah Apa Sebenarnya? CEO-nya Kini Tersangka
Jouska Adalah Apa Sebenarnya? CEO-nya Kini Tersangka (Foto: Dok. Jouska)
Jakarta -

Jouska adalah apa mulai banyak dicari tahu masyarakat usai kasusnya mencuat kembali. Apalagi saat ini CEO Jouska, Aaakar Abyasa Fidzuno ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Lalu apa itu Jouska yang kini sang CEO jadi tersangka? detikcom merangkum penjelasannya berikut ini.

Jouska Adalah Apa? Ini Penjelasannya

Jouska adalah sebuah perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan. Perusahaan tersebut memiliki nama PT Jouska Financial Indonesia.

Perusahaan ini mulai muncul melalui akun Instagram @jouska_id pada 18 Juli 2017 lalu. Melalui media sosial itu, Jouska memperkenalkan sebagai sebuah firma konsultan keuangan yang bergerak secara independen.

Untuk menarik sorotan, Jouska memberikan kiat-kiat pengelolaan keuangan yang baik dan benar secara cuma-cuma alias gratis. Lantaran hal itu, pengikutnya terus bertambah hingga 756.000an.

Jouska Adalah Apa? Kegiatan Operasional Ditutup

Satgas Waspada Investasi (SWI) telah meminta Jouska untuk menutup kegiatannya pada 2020 lalu. Hal ini dilatarbelakangi lantaran Jouska adalah perusahaan bodong yang tak memiliki izin yang disyaratkan jika ingin mengelola investasi nasabahnya.

Jouska juga ternyata hanya memiliki izin usaha jasa pendidikan, bukan izin financial planner maupun financial advisor.

SWI juga meminta dua minta Jouska, yakni, PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa ditutup. Hal ini lantaran keduanya dianggap melakukan kegiatan usaha layaknya manajer investasi atau perusahaan sekuritas tanpa izin.

Jouska Adalah Apa? Klien Laporkan Kerugian

Sejumlah klien menuding Jouska merugikan kliennya. Keluhan itu berlanjut dengan laporan ke polisi.

Para klien Jouska mengeluhkan lantaran Jouska memiliki akses pengelolaan portofolio investasi saham mereka. Dana investasinya pun dibelikan kepada saham yang sama, yaitu untuk PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Pembelian dilakukan bahkan saat LUCK pertama kali mencatatkan sahamnya atau IPO pada akhir 2018.

Diketahui saham IPO sangat berisiko karena kinerja fundamental perusahaannya belum diketahui. Saham ini memang sempat menguat tinggi hingga Rp 2.000-an, tapi nilai saham menyusut drastis tinggal Rp 312 per lembar saham.

Tak berhenti di situ, klien Jouska juga mengaku sudah meminta perusahaan tersebut untuk menjual saham itu. Namun, permintaan itu tidak dilakukan dan akhirnya mereka mengalami kerugian. Ada yang portofolio investasinya turun Rp 30 juta, Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

Keluhan ini jadi sorotan lantaran sedianya Jouska adalah perencana keuangan klien, dan tidak diperbolehkan mengelola langsung dana kliennya.

Baca halaman selanjutnya mengenai pelaporan nasabah terhadap Jouska hingga status tersangka CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno.

Tonton juga talkshow e-Life dengan tema 'Kesehatan Payudara dan Polemik Bra' di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]