Cerita Luhut Kewalahan Hadapi Varian Delta hingga Kini Bisa Sombong Dikit

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 11:11 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbicara cara Indonesia mengendalikan pandemi COVID-19 di Tanah Air. Luhut, yang sebelumnya mengaku virus Corona varian Delta sulit dikendalikan, kini bisa 'sombong dikit' karena kasus COVID-19 di Indonesia saat ini telah turun usai mengaplikasikan saran epidemiolog.

Sebelumnya Indonesia mengalami lonjakan kasus COVID-19, pemerintah lalu membuat kebijakan PPKM darurat hingga mengganti istilahnya dengan PPKM level 4. Pemerintah lalu meningkatkan kapasitas RS dan tempat tidur rawat inap, memperbanyak ketersediaan obat dan oksigen, mempercepat vaksinasi, serta menambah tenaga kesehatan.

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi pada Juli lalu terus meningkat hingga sempat menembus angka 40-50 ribu. Pemerintah lalu menyusun skenario hingga meminta bantuan ke luar negeri jika kasus COVID-19 terus meningkat. Namun kini kasus COVID-19 di Indonesia telah menurun dan Luhut menyampaikan rahasianya, simak penjelasannya sebagai berikut.

Dalam konferensi pers yang digelar pada (15/7/2021) lalu, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan virus Corona varian Delta yang sudah mendominasi Pulau Jawa jauh lebih dahsyat dari varian sebelumnya, yakni Alpha. Luhut juga mengungkapkan varian Delta ini tidak bisa dikendalikan. Namun, Luhut menyatakan pemerintah sudah mengetahui apa yang perlu dilakukan.

Luhut mulanya menjelaskan bahwa varian Delta tak hanya menyerang Indonesia. Varian Delta, lanjutnya, juga membuat kasus COVID-19 melonjak di negara lainnya, seperti Inggris, Malaysia, Belanda, Amerika Serikat, dan Thailand. Luhut lantas menyampaikan bahwa varian Delta merupakan varian yang tidak bisa dikendalikan.

"Nah ini saya mohon supaya kita paham, bahwa varian Delta ini varian yang tidak bisa dikendalikan," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Luhut mengatakan varian Delta jauh lebih menular. Menurut studi, lanjutnya, varian Delta 6 kali lebih menular dari varian Alpha.

"Varian Delta ini, menurut yang saya baca, itu lebih hampir atau sekitar 6 kali lebih cepat dari varian Alpha. Atau PSBB 1 dengan PSBB 2," kata dia.

"Ini dari studi yang saya tahu apakah 5 kali atau 6 kali tergantung siapa yang meneliti, tapi yang jelas jauh lebih dahsyat dari varian Alpha yang sebelumnya," imbuh Luhut.


Ada di Hampir Seluruh Jawa

Luhut mengatakan bahwa hampir semua wilayah di Jawa didominasi oleh virus Corona varian Delta. Dia turut menampilkan sebuah grafik yang menunjukkan peningkatan kasus Corona yang begitu cepat.

"Kalau kita lihat yang marun ini, itulah dia (varian Delta). Jadi hampir semua di Jawa ini kalau nggak boleh saya katakan, ya semua, itu dikontrol oleh varian Delta," ungkapnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.