Pedagang Dipukul Preman Jadi Tersangka, Kompolnas Ingatkan Perintah Jokowi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 06:31 WIB
Poengky Indarti
Komisione Kompolnas Poengky Indarti (Ari Saputra/detikcom)

Suami LG, Endang Hura, menceritakan duduk perkara kasus ini versinya. Dia mengatakan istrinya ribut dengan pria yang diduga preman di Pasar atau Pajak Gambir, Deli Serdang. Peristiwa itu, katanya, terjadi pada 5 September 2021 setelah LG menolak memberikan uang kepada preman itu.

"Dia (preman) minta uang dari jam 07.00 WIB, uang pajak ini. Istri aku nanya ke dia, 'Kamu siapa, kok minta uang sama aku'. Dia minta uang Rp 500 ribu, ngaku dari forum. Itulah forum namanya, organisasi yang dibuat orang itu," tuturnya.

Dia mengatakan istrinya menolak memberikan uang dan mereka pergi untuk berbelanja. Setelah pulang dari belanja, preman itu masih ada di lokasi dan kembali meminta uang kepada mereka.

"Balik jam 09.00 WIB, masih di situ dia. Setelah itu dia berkata-kata, 'Nggak usah kau jualan di situ, bikin macet'. Istriku minta tunggu untuk membongkar barang-barang. Terus pria itu turun dari kereta marah-marah, langsung ditendang istriku dua kali," sebutnya.

Istri BS, pria diduga preman yang memukul pedagang di Pajak Gambir, juga buka suara soal kasus pemukulan yang menjerat suaminya. Istri BS yang bernama Nurhalimah mengatakan, saat peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi, dia dan suaminya berangkat ke pajak untuk berbelanja. Setelah tiba di pajak, dia mengaku pergi berbelanja, sedangkan suaminya mencari tempat parkir sepeda motor.

"Sampai di pajak, sekitar jam 08.00 WIB jalanan macet, awak (saya) turun di simpang. Awak masuk ke dalam pajak belanja. Laki (suami) awak cari parkiran. Tapi awak nggak tahu parkiran yang mana. Tapi setahu awak dia parkir di tempat tongkrongan kawan-kawannya," ujar Nurhalimah kepada wartawan usai menjenguk suaminya di Polsek Percut Sei Tuan, Minggu (10/10).

Setelah berbelanja, dia menyusul suaminya. Tetapi, dia malah melihat ada keramaian dan saat dihampiri ternyata suaminya lagi ribut-ribut.

"Setelah awak belanja, sekitar jam 09.00 WIB, awak keluar mau pulang, awak mau menyusul laki awak di parkiran. Awak tengok kok ramai kali di simpang itu ada apa. Awak tengok ternyata laki awak sama ibu itu yang berkelahi," ucap Nurhalimah.

Setelah peristiwa itu, Nurhalimah mengaku pihaknya sudah meminta berdamai dengan pihak LG. Dia mengaku dimintai uang Rp 150 juta untuk perdamaian itu. Selain itu, dia menegaskan suaminya bukan preman dan tidak melakukan pungli.

"Ada, saya ada mediasi. Walaupun suami saya itu benar ataupun dia salah, tapi demi Allah belum pernah suami saya lakukan seperti itu. Karena awak mikir anak-anak dan cari nafkah itu suami, rumah kami pun bulanan. Jadi yang awak harapkan itu awak ajaklah kekeluargaan untuk berdamai. Rupanya minta katanya Rp 150 juta," sebutnya.


(fas/mae)