Polisi Usut Pengakuan 'Sama-sama Bela Diri' Preman Pukul Pedagang di Sumut

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 13:58 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi
Kombes Hadi Wahyudi (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Polda Sumut mengambil alih penanganan kasus dugaan penganiayaan pria diduga preman terhadap pedagang di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Polisi bakal mengusut pengakuan si preman dan pedagang yang sama-sama menjadi korban.

"Dua laporan yang mereka buat kan sama-sama membela diri dan membenarkan apa yang mereka alami, makanya kita akan dalami apakah ada keterangan yang dikarang-karang antara keduanya atas peristiwa yang terjadi," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Senin (11/10/2021).

Sebagai informasi, kasus ini melibatkan pedagang berinisial LG dan pria diduga preman berinisial BS. Keduanya saling lapor dan sama-sama ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Percut Sei Tuan. Kasus ini kemudian ditarik ke Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

Hadi mengatakan polisi juga bakal mengecek keterangan istri BS yang menyebut LG meminta uang damai Rp 150 juta. Dia mengatakan hal itu bakal didalami dalam proses pemeriksaan.

"Terkait adanya permintaan uang perdamaian dari salah satu pihak nanti kita akan dalami juga," katanya.

Hadi mengatakan Ditreskrimum akan melakukan gelar perkara untuk laporan yang dibuat pria diduga preman berinisial BS ke pedagang wanita berinisial LG. Gelar perkara akan dilakukan hari ini.

"Hari ini penyidik krimum akan gelar perkara khusus atas laporan BS yg berujung penetapan tersangka LG untuk melihat secara jelas peristiwa yang terjadi," jelasnya.

Kasus ini berawal dari video viral keributan antara seorang pedagang wanita dengan pria yang diduga sebagai preman pada 5 September 2021. Polisi telah menangkap BS yang diduga melakukan penganiayaan terhadap LG. Meski BS sudah ditangkap, kasus ini belum juga usai.

BS juga melaporkan LG karena merasa dirinya juga dipukul. Polisi melakukan penyelidikan terkait pemukulan itu. Setelah menemukan bukti yang cukup, polisi menetapkan LG sebagai tersangka.

"Masing-masing kedua belah pihak membuat laporan ke SPKT Polsek Percut Sei Tuan," ucap AKP Janpiter saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/10).

Suami LG, Endang Hura, menceritakan duduk perkara kasus ini versinya. Dia mengatakan istrinya ribut dengan pria yang diduga preman di Pasar atau Pajak Gambir, Deli Serdang. Peristiwa itu, katanya, terjadi pada 5 September 2021 setelah LG menolak memberikan uang kepada preman itu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.