Polri Jawab LBH Makassar: Kami Aktif Cari Bukti Kasus 'Ayah Perkosa 3 Anak'

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 16:15 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

LBH Makassar selaku pendamping hukum korban kasus dugaan 'ayah perkosa tiga anak' di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta polisi aktif mencari bukti baru supaya penyelidikan bisa dibuka kembali. Polri menyebut pihaknya aktif ikut mencari bukti baru.

"Ini kan karena dilaporkan, kemudian kami ingin mencari bukti baru atau novum. Ketika ada novum yang mendukung atau memenuhi unsur tindak pidana, tentu kami akan proses lanjut," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (11/10/2021).

Ramadhan menegaskan Polri tidak menunggu pihak korban menyerahkan bukti baru. Menurutnya, Polres Luwu Timur bersama Polda Sulsel terus bekerja untuk mengungkap kasus dugaan pemerkosaan tersebut.

"Tentu Polri tidak menunggu. Polri dalam hal ini Polres Luwu Timur yang dibantu Polda Sulsel terus menggali kasus yang sebenarnya dengan melihat kasus-kasus yang sudah. Jadi kami tidak hanya menunggu. Tapi Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel juga bekerja secara aktif untuk mengungkap kasus ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan polisi tidak mengalami kendala dalam melakukan penyelidikan kasus yang dihentikan pada 2019 itu. Hanya, dia meminta LBH Makassar segera menyerahkan bukti agar kerja sama antara korban dengan polisi berlangsung baik.

"Tidak ada kendala. Kami terus melakukan proses penyelidikannya. Sekali lagi, ketika pihak LBH yang mengatakan memiliki bukti, kami bisa bekerja sama dengan baik. Tujuannya sama, untuk mengungkap kebenaran kasus ini," imbuh Ramadhan.

Sebelumnya, LBH Makassar meminta polisi berinisiatif mencari bukti baru, bukan meminta korban atau pelapor menunjukkan bukti baru.

"Soal alat bukti kan sebenarnya kewenangan penyidik. Kami sudah memasukkan sejak gelar perkara di Polda Sulsel tahun lalu, sudah memasukkan dokumen-dokumen dan merekomendasikan ahli untuk diambil keterangannya," kata Staf Perlindungan Anak dan Perempuan LBH Makassar Rezky Pratiwi kepada wartawan, Senin (11/10).

Pihaknya telah menyampaikan alasan kepada penyidik kepolisian di Polda Sulsel soal pentingnya kasus ini dibuka kembali. Rezky menyebut tugas polisi lah yang harus mencari alat bukti baru tersebut.

"Yang bisa menggali alat bukti, penyidik kan punya kewenangan di situ ketika kasus ini dibuka kembali. Ini bukan delik aduan ini delik biasa. Delik biasa artinya tidak membutuhkan laporan dari korban. Polisi harus inisiatif dan aktif untuk menggali fakta dan alat bukti," terangnya.

Sementara itu, S, ayah kandung ketiga anak ini, akhirnya buka suara menjawab tuduhan itu. S membantah semua tuduhan dari pihak pelapor.

"Itu tidak pernah terjadi, semua tuduhan itu," kata S saat dihubungi detikcom lewat panggilan telepon, Senin (11/10).

S menduga mantan istrinya, R, sengaja membuat-buat tuduhan pemerkosaan itu. Dia menduga tuduhan pemerkosaan ini muncul terkait perceraian mereka.

"Mungkin masih efek dari perceraian yang lalu, karena kan saya gugat cerai dia, mungkin cemburu atau apa. Kemungkinan saja, saya tidak bisa memastikan apa motifnya dia," ujar S.

S kini sudah menikah lagi dan membangun keluarga baru. Dia mengungkap keluarga barunya terdampak tuduhan terhadapnya.

(drg/idn)