Mengenal Vaksin Zifivax yang Dinyatakan Halal oleh MUI

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 15:57 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Mengenal Vaksin Zifivax yang DInyatakan Halal oleh MUI -- ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Vaksin Zifivax bakal digunakan untuk program vaksinasi COVID-19. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin Zifivax. Artinya, MUI meyakini vaksin ini aman dan halal, sehingga bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun sudah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Zifivax. EUA dikeluarkan pada 7 Oktober 2021 dan pemegang izinnya adalah PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio).

Karena sudah mengantongi izin MUI dan BPOM, tahun ini ada 50 juta dosis vaksin Zifivax yang dikirimkan ke Indonesia. Lalu apa itu vaksin Zifivax? detikcom sudah merangkum informasi terkini yang perlu disimak.

Vaksin Zifivax: Diklaim Aman dan Halal

MUI sudah mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin Zifivax. MUI mengklaim vaksin ini aman dan halal digunakan, sebagaimana tertuang dalam fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin COVID-19 dari Anhui China.

Ketua MUI Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyatakan, sebelum akhirnya vaksin Zifivax dinyatakan aman juga halal, vaksin ini sudah melalui beberapa tahap pemeriksaan. MUI melakukan rapat internal yang melibatkan tim auditor juga expert meeting.

"Setelah itu, dirumuskan pada aspek teknis hasil dari pemeriksaan oleh tim auditor LPOM MUI disampaikan ke pimpinan MUI melalui Komisi Fatwa di bawah koordinasi kami," kata Asrorun, Sabtu, (9/10).

Dalam proses pendalaman vaksin Zifivax, Ketua yang membidangi Fatwa Halal MUI juga melakukan rapat di Komisi Fatwa. Hal ini berlandaskan pada Fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang produk vaksin COVID-19 dari Anhui China.

Vaksin Zifivax: Sudah Melalui Pemeriksaan Dokumen-Kunjungan Lapangan

Dalam memberikan izin vaksin Zifivax, MUI tak hanya melakukan rapat internal. Sebelum menetapkan kehalalan vaksin, Asrorun menyatakan vaksin Zifivax sudah melalui pemeriksaan dokumen ataupun pemeriksaan kunjungan lapangan.

TIM MUI pun sudah mengunjungi pabrik Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co, Ltd di Hefei, China. Karena itu, dalam proses pemeriksaan vaksin Zifivax di lapangan sudah melalui prosedur yang sesuai.

"Setelah perusahaan mengajukan permohonan sertifikasi dan fatwa MUI, sebagaimana mekanisme yang sudah ditetapkan di MUI, dokumen-dokumen untuk kepentingan pemfatwaan diversifikasi oleh tim dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan berbasis dokumen maupun pemeriksaan berbasis kunjungan lapangan, audit langsung dengan visitasi yang dilakukan oleh tim auditor," sambungnya.

Di sisi lain, Asrorun mengatakan Fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin COVID-19 dari Anhui China ditetapkan pada tanggal 28 September 2021. Fatwa ini menjadi jawaban hukum Islam, sehingga vaksin Zifivax pendekatannya adalah pendekatan Islam dalam menetapkan fatwanya.

Vaksin Zifivax Punya Efikasi 81%

Fatwa MUI soal Vaksin Zifivax sudah dibahas. Selanjutnya, mari ketahui pula efikasi vaksin Zifivax sebelum dikirimkan ke Indonesia.

Asrorun mengatakan, efikasi vaksin Zifivax mencapai 81%. Hal ini sudah diuji klinis di Indonesia dengan sampel orang Indonesia. Dengan demikian, vaksin yang satu ini diklaim efektif menangani COVID-19 varian Delta.

"Jadi kesimpulannya vaksin itu (vaksin Zifivax) uji klinisnya di Indonesia dengan sampel orang Indonesia dan hasilnya baik dengan efektivitas 81 persen, termasuk juga untuk yang Delta," kata Asrorun.

Dalam pemeriksaan, tim auditor LPOM Komisi Fatwa MUI tidak menemukan pemanfaatan barang haram maupun najis. Dapat dikatakan, bahan yang digunakan dalam pembuatan vaksin Zifivax diklaim aman dan sudah melalui proses produksi.

MUI juga meyakini proses produksi vaksin Zifivax memenuhi standar halal, sehingga tidak ditemukan material haram atau najis. Atas hal itu, masyarakat Muslim dapat menggunakan vaksin ini untuk mengantisipasi penularan virus Corona.

Simak juga video 'Vaksin Zifivax asal China yang Dapat Label Halal MUI':

[Gambas:Video 20detik]



Soal Vaksin Zifivax juga dapat dilihat di halaman selanjutnya.